Jangan Mau Kalah Sama Perempuan


9k=.jpeg

Kalau saya kelak dianugerahi Allah seorang anak lelaki, mungkin salah satu nasehat penting dari saya untuk dia adalah

Nak, kamu lelaki, jangan mau kalah sama perempuan…

  • Apakah dia harus lebih pintar di sekolah daripada kakak perempuannya? Tidak,
  • Apakah dia harus lebih kaya, lebih terhormat, lebih tinggi pangkat dan tingkat pendidikannya daripada istrinya nanti? Tidak juga,
  • Apakah dia harus paham ilmu agama lebih baik daripada istrinya nanti? Well, alangkah baiknya jika demikian, tapi saya pun tidak masalah jika nanti dia harus “mengejar” dengan cara banyak belajar dari istrinya, toh belajar dan mengajar sama-sama mulia.

Nak, kamu kalah sama perempuan, kalau ada perempuan yang jadi tanggungjawab kamu, kemudian dia berbuat suatu kesalahan lalu kamu gak mau atau gak mampu negur dia.

Suatu saat nanti dia akan ditanya tentang sudahkah dia mengajak ibunya, istrinya, anak perempuannya dan perempuan-perempuan lain yang menjadi tanggung jawabnya kepada kebaikan? sudahkah dia melarang mereka dari kemungkaran?

Jadilah lelaki nak, jangan mau kalah sama perempuan.

sumber gambar: www.forbes.com

Sebelum Ramadhan Datang


9k=

sumber gambar: https://www.diehardsurvivor.com

Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi di depan mata. Perlukah kita bersiap-siap? Pastinya! Sudah persiapkan apa saja untuk menyambutnya? Belum ada ide? Well, there’s nothing new about it tapi ini ada beberapa ide dari saya:

  1. Kerjakan sekarang juga urusan-urusan terkait persiapan lebaran yang bisa dikerjakan sekarang. Belanja baju lebaran dari sekarang. Beli tiket mudik dari sekarang. Kalau mau renovasi/ngecat rumah, lakukan sekarang. Cari oleh-oleh mudik (klo bukan makanan atau emang gak bakalan basi) juga sekarang. Ya, dari sekarang. Kenapa? Banyak manfaatnya, tapi manfaat utamanya adalah biar pas bulan Ramadhan, bisa fokus dengan ibadah. Ga ada cerita tarawih atau tilawah kelewat, cuma gara-gara sibuk tawaf keliling mall nyari baju lebaran. Miris.
  2. Latihan puasa dari sekarang. Misalnya aja puasa sunnah senin kamis. Selain biar badan gak kaget dan jadi serba loyo pas ramadhan datang, emosi juga bisa lebih keasaah, “feel lagi puasa” nya bisa dapet lebih awal. Pas pagi hari pertama bulan puasa, kita udah gak lemes, loyo dan “colek bacok” lagi, kalo ada yang tetiba ngajak nge-gosip pun sudah lebih aware. Kalau yang udah biasa puasa senin kamis, two thumbs up, keep the good work.
  3. Latihan tilawah dari sekarang. Buat beberapa orang yang tilawahnya baru sampai tahap “once in a while” bisa latihan supaya naik ke level “everyday“. Bagi yang sudah berada di level everyday mungkin bisa latihan supaya naik ke level “one juz one day“. Kalau yang sudah “one juz one day” mungkin bisa latihan untuk baca juga terjemahannya, tafsirnya, asbabun nuzulnya dan seterusnya. Sebetulnya tanpa latihan pun, orang-orang yang biasanya jarang tilawah [dengan semangat tinggi] bisa juga kok selama Ramadhan jadi baca 1 juz per hari, tapi kira-kira bertahan berapa hari? lalu setelah syawal kira-kira tetep bisa 1 juz per hari gak?
  4. Coba lirik-lirik peluang beramal yang lebih optimal. Biasanya saat ramadhan orang lebih gemar bersedekah. Supaya hasilnya optimal, coba kita rencanakan sedekah dengan lebih smart. Cari tau ada peluang wakaf di mana, ada peluang amal jariyah di mana. Coba lihat lemari baju kita, baju yang masih bagus mana yang sudah gak muat tapi bisa dimanfaatkan orang lain? Kita rencanakan apa saja yang mau disedekahkan dan ke mana saja kita akan bersedekah. Begitu ramadhan tiba, kita eksekusi semua planning tersebut. Menurut saya beramal itu seperti investasi yang pasti untung, tapi kalau kita lebih smart dalam memilih tempat investasi, lebih jeli meihat peluang investasi maka kita akan lebih banyak meraup keuntungan. Walaupun pahala dan dosa itu hak Allah yang menentukan tapi kita juga wajib ikhtiar kan? Oiya, jangan lupa bahwa yang bisa disedekahkan bukan cuma materi, tapi tenaga, pikiran dan waktu juga bisa, rencanakan juga untuk hal-hal ini. Jangan sampai di akhir ramadhan baru kita ngeh ada peluang beramal yang kita lewatkan.
  5. Coba lirik-lirik kerjaan kantor, ada gak yang bisa disiasati supaya bebannya terasa lebih ringan saat puasa nanti datang. Saya biasanya membuat penyesuaian jadwal pertemuan dengan mahasiswa di bulan Ramadhan, saya usahakan ketemu mereka lebih pagi karena bisa lebih sabar menghadapi mereka dan otak juga masih fresh. Maklum ada beberapa jenis mahasiswa yang biasanya jadi cobaan berat ladang amal melatih kesabaran kita di bulan Ramadhan.
  6. Luruskan niat. Ini paling penting dan paling susah. Saking abstraknya, saya gak punya penjelasan atau contoh tentang ini, tapi ini jelas persiapan yang paling utama.

Itu dia beberapa ide persiapan Ramadhan dari saya. Semoga bermanfaat. Semoga kita semua dipertemukan dengan ramadhan tahun ini dalam kondisi siap berbuat yang terbaik. Aamiiin.

Kenapa Saya Tega Menelantarkan Blog Ini Sepanjang 2015


neglected

Blog ini  sudah saya mulai sejak 2006, awalnya dihosting di blogspot, lalu migrasi ke wordpress. Lihat saja konten dan gaya bahasanya yang berevolusi dari 2006 sampai 2016. Mulai dari kata ganti “aku” yang lambat laun berubah menjadi “saya” sampai evolusi curcol-curcol penuh emosi jiwa yang ekspresif yang lambat laun saya coba asah, perhalus menjadi bentuk kalimat-kalimat sok elegan yang kadang abstrak dan sulit dipahami, hahahaha…. The point is this blog means that much for me 🙂

Sayangnya tahun 2015 yang lalu mungkin adalah tahun yang paling gak produktif buat saya untuk urusan nge-blog, tercatat hanya ada 9 posting saja sepanjang 2015. Bukaaaaan… saya bukan mau curcol tentang betapa kurang realistisnya target dari pihak kampus untuk ngeblog 15 posting per bulan di blog kampus. Itu lain cerita lagi, saya tetep berusaha mencari sisi positif dari target itu dan sebagai warga kampus yang baik tetap berusaha sebaik mungkin untuk mencapainya. I believe when there is enough will, then there is a way, though it’s still quite hard for me to grow the tiniest bit of fondness for that policy.

Saya adalah orang yang senang menuliskan apa yang ada di pikiran/perasaan saya, mulai jaman jurnal harian (yang ditulis di buku dan dikunci di lemari semasa SMU) sampai jaman elektronik kayak sekarang. Sampai-sampai saya menganggap menuliskan isi pikiran/perasaan adalah sarana untuk menjaga kesehatan jiwa saya 😀 Seiring saya beranjak dewasa tua saya pun mulai belajar sedikit demi sedikit tentang hal-hal apa saja yang masih bisa ditoleransi untuk dipublish di blog, mana yang harus dipoles dan mana yang harus jauh-jauh dari halaman blog. Jadi belajar tarik ulur antara kebutuhan curhat vs etika public whining writing. Intinya sih saya berusaha mikir dulu sebelum nulis.

Tuh kan, lama gak nge-blog membuat saya jadi ngelantur ke mana-mana gini, sebenernya yang saya mau sampaikan di awal kan alasan kenapa saya tega menelantarkan blog yang saya sudah “pelihara” selama 10 tahun terakhir ini.

Well, kalau ada yang tanya kenapa saya tega menelantarkannya sepanjang 2015? Saya akan jawab “mungkin karena sepanjang 2015, pikiran dan perasaan saya cenderung mendorong saya untuk berkeluh kesah, dan saya MALU mengisi blog saya ini dengan keluh kesah bak anak usia belasan tahun padahal usia saya yang saat itu mulai masuk kepala tiga. Buat apa? lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya, so I decided to refrain myself from writing whining on public domain no matter how often the urge comes

Jadi tahun 2016 ini mulai nge-blog lagi karena udah ada konten yang lebih positif dan bebas keluh kesah? Well, let’s see…. I really hope so, but if you ask me then yes, I feel much better in 2016 🙂

Seolah Satu Gak Cukup


Seolah blog yang satu ini gak cukup terlantar, saya akhirnya nambah satu blog lagi 😦

Bukan kemauan saya sebetulnya, blog baru ini adalah blog resmi dari kampus, dan di kampus saya ada aturan baru bahwa setiap dosen harus nge-blog di domain kampus, dengan jumlah minimal 15 postingan setiap bulannya (what?! saya udah nge-blog sejak 2006 dan percayalah, nulis posting yg original, layak dibaca dan bermanfaat dua hari sekali itu gak gampang).

Ok I’ve made myself clear that I’m not very fond of this new rule, tapi yaaaa mau gimana lagi, sebagai warga kampus mau gak mau saya harus ikut aturan main di kampus. Alhasil saya punya satu blog lagi dengan alamat wahyuhidayat.staff.telkomuniversity.ac.id. Blog baru saya bisa dikunjungi dengan mengklik menu Blog “Serius” di Kampus di atas atau meng-klik link dengan nama yang sama di sidebar widget.

Berhubung saya orang yang gak suka punya lebih dari 1 barang untuk fungsi yang sama, maka saya membuat 2 aturan untuk diri saya sendiri untuk membedakan antara blog ini dengan blog saya di domain kampus:

  1. Blog ini sesuai fungsinya (untuk menjaga kesehatan jiwa si penulis) akan tetap memuat curcol-curcol yang terkadang abstrak, tapi blog kampus harus bebas curcol, at least bebas dari obvious curcol, terutama curcol tentang kelakuan mahasiswa-mahasiswa saya di kampus, makanya saya sebut blog “serius” 🙂
  2. Posting di blog ini saya tulis dalam bahasa Indonesia, sedangkan posting di blog kampus saya tulis dalam bahasa Inggris (alibi nya sih biar sekalian latihan writing buat persiapan IELTS :D)

Honestly, for practical and emotional reason, saya masih menganggap bahwa blog ini adalah blog utama saya. Blog di domain kampus ibarat side dish yang melengkapi kenikmatan menyantap main course, sekedar pelengkap, pemanis, barang komplimenter, bukan barang substitusi. Oke stop! tampaknya saya mulai ngawur 😀

Broadcast Message


Posting pagi ini sebetulnya tertrigger oleh rasa penasaran terhadap tiga pertanyaan yang mendadak terlintas berikut ini:

  1. Ada gak sih penelitian yang pernah menghitung rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pengguna smartphone setiap harinya hanya sekedar untuk membaca dan membalas whatsapp, line, google hangout, facebook messenger dan aplikasi lain yang sejenis?
  2. Kalau ada, lantas berapa persen dari waktu yang dibutuhkan tersebut yang digunakan untuk membaca pesan-pesan broadcast khususnya yang dibroadcast di grup?
  3. Lalu berapa persen pula dari pesan-pesan broadcast itu yang dinilai relevan oleh si pembacanya?

Ada yang punya jawabannya? Atau mungkin ada yang mau bikin penelitiannya?

I Wanna Be a Busy Person


Tiba-tiba terlintas di kepala beberapa bayangan tentang “wah enaknya klo kesibukanku kayak gini ya…” which is really-really way out of the reality 😥

Daripada mengkhayal doang, mendingan dituliskan, itung-itung jadi doa dan siapa tau terkabul someday

Ok, di bayangan saya, kesibukan yang menyenangkan adalah…

  1. Pagi-pagi saya harus ke kampus, jam 7 sudah harus di kampus karena ada jadwal menguji seminar dan sidang proyek akhir. Topik PA yang saya uji kali ini menarik, soalnya gak pake database relasional tetapi pake NoSQL.
  2. Karena ini hari senin, jam 9 pagi kelas Dasar SQL yang saya ajar masuk ke sesi latihan praktek membuat query (saya sudah siapkan database yang besar berukuran beberapa ribu baris, well sebenernya hasil generate dari PowerDesigner sih datanya hahaha…). Lanjut jam 11 dengan kelas Migrasi Data yang rencananya hari ini akan saya demokan cara migrasi data dari MySQL ke Oracle dengan skenario offline destination (berbeda dengan semester lalu, kali ini database tujuannya di Oracle 12c).
    Untuk selasa besok jam 9 adalah jadwal kelas Algoritma Pemrograman (saya harus ngoprek Phyton lagi karena biasanya saya ngajar AlPro pake Pascal, bahasa Phyton masih terbilang baru untuk saya), lanjut jam 11 nya adalah jadwal kelas Perancangan Basis Data, saya harus siapkan contoh konkrit untuk bantu mahasiswa saya yang masih kebingungan tentang kapan menggunakan relasi n-ary dan kapan menggunakan agregasi. Oiya slide untuk ngajar Perancangan Basis Data juga harus saya revisi sedikit
  3. Setelah sholat dzuhur dan makan siang nanti saya ada janji bertemu dengan 3 orang mahasiswa bimbingan. Dua diantara mereka mau sidang bulan depan, jadi saya harus pastikan slide nya sudah layak tampil, sekalian suruh mereka latihan tanya jawab (pura-puranya saya jadi penguji sidang mereka). Satu orang sisanya sepertinya punya masalah dengan bukunya yang masih amburadul, tidak akan saya ijinkan sidang bulan depan kalau siang nanti saya periksa bukunya dan masih banyak kesalahan, kalau perlu saya telpon orangtuanya supaya dia dimotivasi. Ah saya lupa, ada 1 orang lagi yang mau demo program jadi total ada 4 orang. Hmmm… sepertinya sekitar 2 jam juga beres sampe jam 3 sore. Setelah itu saya lanjut sholat ashar.
  4. Bada ashar saya mau rapat kecil di lab dengan mahasiswa-mahasiswa yang membantu saya bikin penelitian tentang plagiarism detection tool. Sebetulnya mereka juga mahasiswa bimbingan PA, tapi topiknya saya dari saya. Minggu depan harus sudah setor progress report ke Dikti. Rencananya kalau semua lancar 2 bulan lagi penelitiannya beres, lalu kita buat jurnalnya dan di-submit ke jurnal internasional yang reputable, tentunya sebagai pemilik ide saya sebagai penulis 1, dan mahasiswa-mahasiswa yang membantu saya juga tercantum namanya sebagai penulis 2 dan seterusnya.  Untuk ke depannya tools ini akan terus kami sempurnakan, lalu didistribusikan ke sekolah-sekolah secara gratis, sambil memberikan pelatihan cara penggunaan tools tersebut kepada para guru sebagai kegiatan pengabdian masyarakat, tentunya akan melibatkan mahasiswa juga dalam prosesnya.
  5. Gak terasa sudah jam 16.30, saya masih harus nulis di homepage saya tentang tugas-tugas untuk mahasiswa yang wajib mereka setorkan akhir pekan ini. Ah saya jadi ingat, quiz Dasar SQL yang minggu lalu belum selesai saya koreksi (mungkin nanti malam kalau Alma sudah tidur saya bisa koreksi quiz nya sambil minum cokelat panas dan nonton CSI hehehe), dan besok sore juga ada perwalian dengan mahasiswa. Beberapa di antara mereka bermasalah dengan dosen pembimbing PA nya, ada juga yang bermasalah dengan biaya kuliahnya, mungkin harus saya tanyakan ke bagian kemahasiswaan tentang peluang beasiswa, atau malah magang di lab mungkin?
  6. Jumat pekan depan saya juga dijadwalkan ngisi kuliah umum Kapita Selekta, panitianya bilang terserah saya mau ngasi materi tentang apa. Wah harus browsing lagi nih nyari info terbaru tentang materi Text Mining yang rencananya akan saya bawakan nanti. Mungkin pas kuliah umum itu juga saya bisa sambil request ke mahasiswa-mahasiswa yang saya ajar untuk ngisi survey anonim yang sudah saya set up di Google Docs. Gak relevan dengan materi sih tapi saya penasaran aja dengan cara belajar mahasiswa di luar kelas dan pengen tau kenapa mahasiswa sekarang kok terkesan kurang mandiri dengan studinya, toh ga ada salahnya memanfaatkan kesempatan ini, Setelah dianalisis nanti, hasil kuesionernya bisa saya share dengan rekan-rekan dosen yang lain, untuk kebaikan mahasiswa juga kok.
  7. Sabtu Minggu? time for me and my family of course. It’s enough I dedicate my monday through friday for work, isn’t it? More than enough I may say. Nge-babu di rumah, sepedahan, berenang, belanja, cari makan enak di luar, nyoba resep baru di rumah, ketemuan dengan teman dekat, tiduran, main game, you name it, ada terlalu banyak pilihan aktivitas di akhir pekan, just stay away from these –> macet, rame, kerja

Ah itulah khayalan, gak seindah kenyataan, hehehe…

Being busy is important, it gives us the sense of usefulness, a bit of necessary challenge to cast the boredom away, room for self-improvement and -for some people out there- achievement they crave so badly.

Being a laid back and do nothing is no fun, I get it.
But doing many things that you’re not into it is no fun either.

I wanna be a busy person,
a person who is busy doing things that he likes, that is.

[Gagal Eksekusi] Ide Nulis


Yap, blog ini terlantar lagi, no excuse young man! you’ll sing THAT very same old song about how busy you are, blah blah blah… BAH!

Well, sebetulnya ide nulis ada banyak, dan selalu gagal untuk dieksekusi, entah karena emang sibuk atau terlalu muluk pasang standar kepada diri sendiri hanya untuk sebuah tulisan di blog :hammer:

Ini dia beberapa ide nulis yang gagal dieksekusi:

  1. Time Management. Belakangan ini saya sedikit terobsesi mengatur jadwal dan ritme kerja saya di kantor, maklum sampe sekarang saya belum bisa kage bunshin no jutsu. Tadinya sih saya mau nulis trik-trik manajemen waktu yang saya coba dan hasilnya, tapi yaaaa gitu deh.
  2. Rooftop Garden. Pengen nulis ide yang sekaligus salah satu wishlist saya tentang punya rooftop garden. Nantinya si rooftop garden ini juga sekaligus berfungsi sebagai musholla dan tempat jemuran, tapi yaaa gitu deh.
  3. Movie oh Movie. Sebetulnya ini sekedar curhat pribadi tentang betapa sudah gak update nya saya dengan film-film yg beredar di bioskop saat ini, bisa saya bilang bahwa hobi saya yang satu ini sudah saya tinggalkan, padahal keinginan untuk nonton masih sangat eksis, tapi yaaa gitu deh.

Kok jadi banyakan “yaaaa gitu deh” mungkin harusnya posting ini judulnya “yaaa gitu deh” 😀