5 Do’s and Dont’s – Bimbingan PA

dos-and-donts.gif

Buat mahasiswa yang lagi ngerjain Proyek Akhir (PA) kayaknya penting banget baca posting saya kali ini, apalagi mahasiswa itu kuliah di Telkom University dan salah satu pembimbing PA nya ternyata dosen muda berbakat dengan kode dosen WHY, hukumnya fardhu ‘ain harus baca! 😀

Nah, posting kali ini adalah hal-hal yang sebaiknya dilakukan (Do’s) dan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan (Don’ts) terkait dengan proses bimbingan dan konsultasi Proyek Akhir

Okay, kita mulai:

  1. DO: Bimbingan di jadwal yang telah disepakati bersama
    DON’T: Tiba-tiba muncul di ruang dosen di luar jadwal lalu minta bimbingan, maksa lagi

    Beberapa dosen (dan mungkin hampir semuanya) sudah cukup sulit membagi waktu antara tugas-tugas dosen (yes, we do have assignments too). Jadi mahasiswa yang datang gak diundang bak jelangkung di tengah-tengah kesibukan dosen yang sedang mengerjakan tugas yang lain memang cukup annoying (a.k.a menyebalkan), mungkin sama menyebalkannya dengan dosen yang tiba-tiba datang ke kosan mahasiswa lalu ngasih tugas, padahal si mahasiswa baru mau hang-out dengan temen-temennya ke mall.

  2. DO: Bimbingan dengan rutin, biar pembimbing yang menentukan kapan sidang
    DON’T
    : Gak muncul bimbingan berbulan-bulan lalu mendadak minta sidang

    Ini sebenernya peringkat 1 penyebab kemurkaan dosen pembimbing. Reaksi dosen terhadap mahasiswa yang mendadak minta sidang padahal udah lama gak bimbingan bermacam-macam. Ada yang pura-pura bego dan ngajak kenalan lagi mahasiswanya, ada yang menegur dengan nada oktaf tertinggi sampe kedengeran oleh dosen-dosen lain, ada juga yang sekedar mengelus dada sambil istighfar berkali-kali. Hati-hati dengan dosen berkode WHY, mungkin dia kelihatan oke-oke saja, tapi bisa jadi pas waktunya sidang PA nanti, WHY akan berubah peran dari Pembimbing 1 menjadi Penguji 3 (yang lebih ganas daripada penguji 1 dan 2). Minimal dia akan diam seribu bahasa, mengulum senyum menikmati saat-saat mahasiswanya dibombardir pertanyaan penguji yang bertubi-tubi lalu saat sidang tertutup membisikkan ke penguji “kalau dia gak lulus, saya sebagai Pembimbingnya ikhlas kok pak, bu…”

  3. DO: Mengucapkan salam, memberikan ucapan selamat atau berbela sungkawa
    DON’T: Memberikan oleh-oleh, hadiah, seserahan, sesajen dan sejenisnya sebelum selesai revisi

    Dosen juga manusia, adakalanya dia mendapat anugerah dan adakalanya dia mendapat musibah. Mengucapkan salam, memberikan selamat atau belasungkawa adalah suatu hal yang wajar sebagai bentuk perhatian yang tulus. Tapi hindari pemberian berupa materi, baik dalam bentuk barang apalagi uang. Demi menghormati dosen dan menghormati diri sendiri, hindari bentuk perhatian yang berlebih kepada dosen. Beberapa dosen merasa risih dengan pemberian dari mahasiswa jika itu dilakukan saat nilai belum ditetapkan, hampir semua dosen akan tersinggung dengan pemberian berupa uang. Sebaiknya jika memang sangat ingin memberikan hadiah ucapan terima kasih kepada dosen, jangan berikan uang! pilih barang yang fungsional dan harganya terjangkau oleh kantong mahasiswa. Yang paling penting, tunda sampai revisi selesai, sampai nilai sudah ditetapkan dan tidak bisa diubah-ubah lagi. Sebetulnya ucapan terima kasih yang tulus dari mahasiswa yang sukses dan masih ingat sama dosennya sudah jauh lebih dari cukup.

  4. DO: Tetap datang bimbingan di jadwal rutin walaupun belum ada progress
    DON’T: Bolos bimbingan, tanpa mengabari dosen

    Walaupun belum ada progress, sangat baik sekali datang untuk berkonsultasi seputar kendala-kendala yang sedang ditemui, siapa tau dosennya punya solusi. Kalau sudah pesimis atau yakin dosennya pelit solusi, minimal mahasiswa wajib mengabari dosen bahwa hari itu dia tidak akan hadir bimbingan. Coba bayangkan, lebih nyebelin mana dosen yang mengabari bahwa kuliah dibatalkan semalam sebelumnya atau dosen yang setelah ditungguin lama-lama ternyata dia gak datang ngajar, kuliahnya pagi buta pula? Jangan biarkan dosen menunggu! apalagi tanpa kabar dan berita, kecuali kalau mahasiswa siap menanggung murka dosen di bimbingan berikutnya. Ingat, cepat atau lambat mahasiswa harus menemui dosen pembimbingnya kalau ingin lulus.

  5. DO: Berpakaian sopan, tidak dandan berlebih atau merokok sebelum bimbingan
    DON’T: Datang bimbingan dengan berpakaian aneh, dandan menor, bau rokok

    Well, ini mungkin gak berlaku buat semua dosen, tapi saya sungguh merasa terganggu dengan mahasiswa yang masuk ke ruangan saya yang kecil dengan mulut bau rokok atau dengan dandanan menor. Apalagi kalau yang menor ternyata mahasiswa dan yang bau rokok ternyata mahasiswi, big no!

Semoga bermanfaat.

sumber gambar: www.yorksolutions.net

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s