[AD16] Benarkah Wanita Bersuami Tidak Boleh Puasa Sunnah?

Benarkah wanita yang sudah bersumai tidak boleh melakukan puasa sunnah? Tentu saja tidak benar. Namanya juga sunnah, bila dikerjakan berpahala, walaupun bila ditinggalkan tidak berdosa. Jadi, wanita yang sudah bersuami tetap boleh berpuasa, walaupun ada syaratnya🙂

Ya, benar. Ada syaratnya. Seorang wanita yang telah bersuami DAN suaminya sedang berada di rumah bersamanya BOLEH melakukan puasa sunnah ASAL suaminya mengizinkan. Perhatikan hadits shahih dari Abu Hurairah berikut ini

لاَ تَصُومُ المَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ

“Seorang wanita tidak boleh puasa (sunah) sementara suaminya ada di rumah, kecuali dengan izinnya.”
(HR. Bukhari 5192, dan Abu Daud 2458).

Jadi, jika seorang wanita yang sudah bersuami ingin berpuasa sunnah dan suaminya sedang ada di rumah bersamanya, maka wanita tersebut wajib meminta izin dahulu kepada suaminya. Hal ini disebabkan oleh adanya hak suami untuk mendapatkan pelayanan dari istrinya (jika ia menghendaki). Adapun memenuhi hak suami adalah wajib, sementara melaksanakan puasa sunah sifatnya anjuran. Sesuatu yang wajib lebih didahulukan dari pada yang sunnah. Oleh karena itu istri perlu meminta izin dari suaminya sebelum melakukan puasa sunnah. Jika suami mengizinkan (merelakan haknya) maka istri boleh melakukan puasa sunnah. Adapun jika sang suami sedang tidak di rumah maka wanita tersebut boleh melakukan puasa sunnah walaupun belum minta izin suaminya.

Kewajiban meminta izin kepada suami juga hanya berlaku untuk puasa sunnah. Untuk puasa wajib seperti puasa Ramadhan maka tidak perlu meminta izin suami. Jika suami melarang istrinya melakukan puasa Ramadhan maka istri tidak boleh menaatinya sebab tidak ada ketaatan terhadap suami jika bertentangan dengan perintah Allah.

DISCLAIMER:
Tulisan ini adalah bagian dari serial tulisan dengan tag #ApaDalilnya. Tulisan ini merupakan perwujudan dari komitmen saya terhadap diri sendiri untuk (insya Allah) secara rutin setiap hari di bulan ramadhan 1435H mencari tahu tentang dalil (landasan hukum) tentang sebuah persoalan dalam agama islam dan menuliskan kembali hasil penelusuran saya. 
Tulisan ini tidak bermaksud menggurui siapapun, mohon tidak dijadikan referensi utama, tanyakanlah masalah agama kepada ahlinya yaitu para ulama. Saya bukan ulama dan tulisan ini hanya sebagai catatan pribadi saya yang masih belajar ilmu agama, catatan pribadi yang dimaksudkan sebagai pengingat bagi diri sendiri sambil berharap jika orang lain ikut membaca dan mengamalkannya maka saya juga akan ikut kecipratan dapat pahalanya. 
Amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s