[AD15] Adakah Puasa “Mutih” dalam Islam?

Pernahkah mendengar istilah puasa “mutih”? Bagi sebagian orang, puasa mutih adalah puasa tidak makan apapun kecuali nasi dan air putih, biasanya dilakukan oleh penganut kejawen atau praktisi supranatural (baca: dukun) untuk tujuan mendapatkan kesaktian dan sejenisnya. Tentu saja puasa seperti ini TIDAK ADA tuntunannya dalam Islam, bahkan diharamkan karena mendekati musyrik.

Namun demikian, Islam mengenal puasa ayyamul bidh, yang kalau diterjemahkan artinya “puasa hari putih”. Puasa ini adalah puasa sunnah, pelaksanaannya seperti puasa Ramadhan, tetapi dilakukan selama tiga hari di setiap bulan dalam kalender Hijriyah. Perhatikan hadits shahih dari Abu Hurairah berikut ini:

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Puasa ayyamul bidh dapat dilakukan pada tanggal berapapun, tetapi lebih diutamakan dilakukan pada tanggal 13,14, dan 15 pada bulan Hijriyah. Hal ini berlaku kecuali untuk tanggal 13 Dzulhijjah sebab termasuk hari tasyrik yang dilarang berpuasa. Perhatikan hadits hasan dari Abu Dzar berikut ini:

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425)

Pada tanggal-tanggal tersebut bulan purnama memancarkan sinar putih terang, inilah mengapa puasa sunnah ini disebut puasa ayyamul bidh (puasa hari putih).  Jadi, jangan amalkan puasa “mutih” ala kejawen sambil berharap mendapat kesaktian, tetapi amalkanlah puasa ayyamul bidh sambil berharap mendapat ridho Allah.

DISCLAIMER:
Tulisan ini adalah bagian dari serial tulisan dengan tag #ApaDalilnya. Tulisan ini merupakan perwujudan dari komitmen saya terhadap diri sendiri untuk (insya Allah) secara rutin setiap hari di bulan ramadhan 1435H mencari tahu tentang dalil (landasan hukum) tentang sebuah persoalan dalam agama islam dan menuliskan kembali hasil penelusuran saya. 
Tulisan ini tidak bermaksud menggurui siapapun, mohon tidak dijadikan referensi utama, tanyakanlah masalah agama kepada ahlinya yaitu para ulama. Saya bukan ulama dan tulisan ini hanya sebagai catatan pribadi saya yang masih belajar ilmu agama, catatan pribadi yang dimaksudkan sebagai pengingat bagi diri sendiri sambil berharap jika orang lain ikut membaca dan mengamalkannya maka saya juga akan ikut kecipratan dapat pahalanya. 
Amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s