[AD11] Bila Imam Melakukan Kesalahan dalam Sholat

Coba kita tanyakan kepada anak-anak kecil di madrasah atau Taman Pendidikan AlQuran: “Apa yang harus dilakukan oleh makmum kalau imam melakukan kesalahan (salah bacaan atau salah gerakan) saat sholat?” Mungkin sebagian besar dari mereka sudah tahu jawabannya: “jika makmumnya laki-laki membaca tasbih dan jika makmumnya perempuan menepuk tangan”. Saya yakin sebagian besar dari kita juga sudah tahu hal ini karena sejak kecil sudah diajarkan oleh guru ngaji maupun guru agama di sekolah masing-masing.

Nah, sekarang kalau ada yang bertanya “dalilnya apa?” apakah kita masih tahu jawabannya? Well, sampai tadi malam saya belum tahu jawabannya😳 saya hanya tahu bahwa caranya dengan membaca tasbih atau menepuk tangan, karena itulah yang diajarkan oleh guru agama dan guru ngaji saya, saya gak tau dalilnya yang mana. Lantas apa bedanya saya dengan anak-anak kecil di madrasah dan TPQ? Jangan-jangan mereka malah lebih tau dalilnya:mrgreen:

Setelah saya cari-cari inilah dalilnya

مَنْ نَابَهُ شَىْءٌ فِى صَلاَتِهِ فَلْيُسَبِّحْ فَإِنَّهُ إِذَا سَبَّحَ الْتُفِتَ إِلَيْهِ وَإِنَّمَا التَّصْفِيحُ لِلنِّسَاءِ

“Barangsiapa menjadi makmum, lalu ia merasa ada kekeliruan (imam) dalam shalatnya, maka hendaklah ia bertasbih. Karena sesungguhnya jika dibacakan tasbih, imam akan memperhatikannya. Sedangkan tepukan khusus untuk wanita.”
(HR. Bukhari No. 7190)

Astaghfirullah, sudah setua ini ilmu agama saya gak nambah-nambah, masih sama kayak anak kecil, atau malah kalah dari mereka? Lagi-lagi saya akan bersembunyi di balik kalimat pembelaan diri yang sakti mandraguna “better late than never lah ya”😀


DISCLAIMER:
Tulisan ini adalah bagian dari serial tulisan dengan tag #ApaDalilnya. Tulisan ini merupakan perwujudan dari komitmen saya terhadap diri sendiri untuk (insya Allah) secara rutin setiap hari di bulan ramadhan 1435H mencari tahu tentang dalil (landasan hukum) tentang sebuah persoalan dalam agama islam dan menuliskan kembali hasil penelusuran saya. 
Tulisan ini tidak bermaksud menggurui siapapun, mohon tidak dijadikan referensi utama, tanyakanlah masalah agama kepada ahlinya yaitu para ulama. Saya bukan ulama dan tulisan ini hanya sebagai catatan pribadi saya yang masih belajar ilmu agama, catatan pribadi yang dimaksudkan sebagai pengingat bagi diri sendiri sambil berharap jika orang lain ikut membaca dan mengamalkannya maka saya juga akan ikut kecipratan dapat pahalanya. 
Amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s