[AD05] Sholat Sunnah yang Paling Diperhatikan Rasulullah

Sholat tarawih mungkin adalah sholat sunnah yang paling populer di bulan Ramadhan. Beberapa orang merasa kurang afdhal puasanya kalau tidak melaksanakan sholat tarawih. Tapi sebetulnya sholat sunnat apa yang paling diperhatikan oleh Rasulullah? Sholat sunnat apa yang saking pentingnya hingga Rasulullah sendiri tidak pernah meninggalkannya? Mari kita lihat dua hadits shahih yang bersumber dari A’isyah RA berikut ini

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيِ الفَجْرِ

Tidak ada shalat sunah yang lebih diperhatikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari pada dua rakaat fajar. (HR. Bukhari 1169)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لاَ يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum dzuhur dan dua rakaat sebelum subuh. (HR.Bukhari 1182, Nasai 1758)

Yang dimaksud dengan “dua rakaat fajar” dan “dua rakaat sebelum subuh” pada kedua hadits di atas adalah sholat sunnah Qobliyah Shubuh, yaitu sholat sunnah (rawatib) yang dilakukan sebelum sholat shubuh, tepatnya antara adzan shubuh dengan iqomat shubuh. Keutamaan sholat ini sangat besar yaitu seperti disebutkan dalam hadits berikut.

كْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat fajar, lebih baik dari pada dunia seisinya.” (HR. Muslim 725, Nasai 1759, Turmudzi 416)

Nah, berarti jika kita merasa ada yang kurang saat meninggalkan tarawih, maka seharusnya kita merasa lebih menyesal lagi jika kita meninggalkan sholat sunnah dua rakaat sebelum shubuh. Semoga bermanfaat🙂


 DISCLAIMER:

Tulisan ini adalah bagian dari serial tulisan dengan tag #ApaDalilnya. Tulisan ini merupakan perwujudan dari komitmen saya terhadap diri sendiri untuk (insya Allah) secara rutin setiap hari di bulan ramadhan 1435H mencari tahu tentang dalil (landasan hukum) tentang sebuah persoalan dalam agama islam dan menuliskan kembali hasil penelusuran saya. 
Tulisan ini tidak bermaksud menggurui siapapun, mohon tidak dijadikan referensi utama, tanyakanlah masalah agama kepada ahlinya yaitu para ulama. Saya bukan ulama dan tulisan ini hanya sebagai catatan pribadi saya yang masih belajar ilmu agama, catatan pribadi yang dimaksudkan sebagai pengingat bagi diri sendiri sambil berharap jika orang lain ikut membaca dan mengamalkannya maka saya juga akan ikut kecipratan dapat pahalanya. 
Amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s