[AD03] Berbuka Puasa dengan Makanan yang Manis

Coba kita lihat di pinggir jalan menjelang waktu berbuka puasa pada bulan Ramadhan seperti sekarang ini, banyak sekali penjual makanan, terutama makanan yang manis-manis. Memang sudah lazim bahwa orang berpuasa berbuka dengan yang manis-manis. Bahkan katanya ada hadits yang menganjurkan untuk berbuka puasa dengan yang manis, tidak heran makanan manis menjadi menu primadona untuk berbuka puasa.

Tapi apa emang iya ada hadits yang menganjurkan berbuka puasa dengan yang manis? atau ada dalil lain? Well, karena penasaran, saya cari dan ternyata saya tidak belum menemukannya, malah saya menemukan hadits berikut ini:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Dari Anas bin Malik, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alayhi wa Sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma muda), jika tidak ada kurma muda (ruthab), maka beliau berbuka dengan kurma kering (tamr), dan jika tidak ada tamar, beliau meminum seteguk air”

[HR. Abu Daud, At-Turmidzi, Al-Hakim, dan lain-lain, shahih]

Ternyata yang dianjurkan adalah makan kurma segar, atau kurma kering, atau air. Mungkin karena kurma tidak melimpah di Indonesia maka sebagian orang menganalogikan kurma dengan “sesuatu yang manis”, padahal jelas beda. Kurma segar mengandung karbohidrat kompleks dan gula alami dengan indeks glikemik (GI) rendah sehingga lebih lambat menaikkan kadar gula darah dan aman bagi penderita diabetes.

Sangat berbeda dengan makanan manis yang mengandung gula seperti kolak dan sejenisnya. Makanan-makanan dengan gula tambahan ini mengandung karbohidrat sederhana yang akan dengan cepat menaikkan kadar gula dalam darah. Untuk orang sehat saja lonjakan gula darah dalam waktu singkat tidak baik bagi kesehatan, apalagi untuk penderita diabetes.

Kurma yang beredar di Indonesia bisa saja kurma segar, kurma kering atau malah manisan kurma. Kurma segar dan kurma kering memang baik untuk kesehatan dan disunnahkan sebagai menu berbuka, tapi kalau manisan kurma? Jelas tidak sehat karena kadar gulanya yang sudah sangat tinggi akibat proses penambahan gula saat dijadikan manisan. Kurma segar dan kurma kering mudah dibedakan dari kurma manisan. Jika permukaan kurma sangat mengkilap dan mudah menempel antara satu kurma dengan kurma yang lain maka hampir dapat dipastikan bahwa kurma tersebut bukan kurma segar atau kurma kering tetapi manisan kurma.

Mari cermat memilih menu berbuka, dan cermat dalam mengikuti sunnah. Mengamalkan sunnah setelah mengetahui dalilnya selalu jauh lebih baik ketimbang hanya mengamalkan saja tanpa tahu dalilnya. Semoga bermanfaat 🙂


 DISCLAIMER:

Tulisan ini adalah bagian dari serial tulisan dengan tag #ApaDalilnya. Tulisan ini merupakan perwujudan dari komitmen saya terhadap diri sendiri untuk (insya Allah) secara rutin setiap hari di bulan ramadhan 1435H mencari tahu tentang dalil (landasan hukum) tentang sebuah persoalan dalam agama islam dan menuliskan kembali hasil penelusuran saya. 
Tulisan ini tidak bermaksud menggurui siapapun, mohon tidak dijadikan referensi utama, tanyakanlah masalah agama kepada ahlinya yaitu para ulama. Saya bukan ulama dan tulisan ini hanya sebagai catatan pribadi saya yang masih belajar ilmu agama, catatan pribadi yang dimaksudkan sebagai pengingat bagi diri sendiri sambil berharap jika orang lain ikut membaca dan mengamalkannya maka saya juga akan ikut kecipratan dapat pahalanya. 
Amiiin…
Iklan

Satu pemikiran pada “[AD03] Berbuka Puasa dengan Makanan yang Manis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s