[AD02] Waktu Shalat Lima Waktu

Belakangan sering terlintas di pikiran saya

Kenapa ya waktu sholat itu berubah-ubah? lihat saja waktu maghrib, kadang sebelum jam 18.00, kadang tepat jam 18.00 dan kadang juga setelah lewat jam 18.00? Memangnya waktu sholat itu berpedoman pada apa? adakah dalilnya?

Saya pun jadi tertarik ingin mencari dalil tentang pedoman waktu sholat. Dari beberapa sumber yang saya baca, ternyata dalil tentang waktu-waktu sholat di dalam Al-Quran telah disebutkan secara sekilas dalam QS Huud 114, QS Al-Isra 78 dan QS Ar-Ruum 17-18. Beberapa hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim juga telah membahas tentang waktu-waktu sholat secara terpisah (1 hadits hanya menjelaskan tentang waktu sholat shubuh, 1 hadits hanya menjelaskan tentang waktu sholat isya dst). Ada satu hadits yang mendeskripsikan waktu sholat lima waktu dengan lengkap, tidak terpisah-pisah dan cukup detail yaitu hadits riwayat Ahmad, Nasai dan Tirmidzi berikut ini:

Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangi Jibril Alaihissallam lalu ia berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bangun dan shalatlah!” Maka beliau shalat Zhuhur ketika matahari telah tergelincir.
Kemudian Jibril mendatanginya lagi saat ‘Ashar dan berkata, “Bangun dan shalatlah!” Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat ‘Ashar ketika bayangan semua benda sama panjang dengan aslinya.
Kemudian Jibril mendatanginya lagi saat Maghrib dan berkata, “Bangun dan shalatlah.” Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Maghrib ketika matahari telah terbenam.
Kemudian Jibril mendatanginya saat ‘Isya’ dan berkata, “Bangun dan shalatlah!” Lalu beliau shalat ‘Isya’ ketika merah senja telah hilang.
Kemudian Jibril mendatanginya lagi saat Shubuh dan berkata, “Bangun dan shalatlah!” Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Shubuh ketika muncul fajar, atau Jabir berkata, “Ketika terbit fajar.”

Keesokan harinya Jibril kembali mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat Zhuhur dan berkata, “Bangun dan shalatlah!” Lalu beliau shalat Zhuhur ketika bayangan semua benda sama panjang dengan aslinya.
Kemudian dia mendatanginya saat ‘Ashar dan berkata, “Bangun dan shalatlah!” Lalu beliau shalat ‘Ashar ketika panjang bayangan semua benda dua kali panjang aslinya.
Kemudian dia mendatanginya saat Maghrib pada waktu yang sama dengan kemarin dan tidak berubah.
Kemudian dia mendatanginya saat ‘Isya’ ketika pertengahan malam telah berlalu -atau Jibril mengatakan, sepertiga malam,- lalu beliau shalat ‘Isya’.
Kemudian Jibril mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat hari sudah sangat terang dan berkata, “Bangun dan shalatlah!” Lalu beliau shalat Shubuh

kemudian (Jibril) berkata, “Di antara dua waktu tersebut adalah waktu shalat.

Shahiih: [Irwaa’ul Ghaliil (250)], Ahmad (al-Fat-hur Rabbaani) (II/241 no. 90), Sunan an-Nasa-i (I/263), dan Sunan at-Tirmidzi (1/101 no. 150)

Melihat dari hadits di atas berarti batas-batas waktu sholat 5 waktu adalah:

  1. Zhuhur:
    mulai matahari tergelincir
    sampai saat bayangan semua benda sama panjang dengan panjang bendanya
  2. Ashar:
    mulai saat bayangan semua benda sama panjang dengan panjang bendanya
    sampai saat bayangan semua benda sama dengan dua kali panjang bendanya
  3. Maghrib:
    mulai saat matahari terbenam
  4. Isya:
    mulai saat merah senja telah hilang
    sampai pertengahan malam telah berlalu (sepertiga malam)
  5. Shubuh:
    mulai saat terbit fajar
    sampai hari sudah sangat terang

Intinya, kalau kita perhatikan, waktu sholat tidak selalu jatuh pada jam dan menit yang sama persis. Waktu sholat terus berubah dan bergeser sedikit demi sedikit dalam sebuah siklus. Hal ini karena ternyata waktu sholat bukan berpedoman pada jam atau menit tetapi pada tanda-tanda alam, khususnya pada posisi bumi terhadap matahari. Oleh karena itu waktu sholat terus berubah sesuai dengan posisi bumi terhadap matahari.

Referensi lebih lanjut silahkan baca di kitab-kitab fiqh🙂 atau minimal bisa baca summary nya di sini, di sini atau di sini. Semoga bermanfaat🙂


 DISCLAIMER:

Tulisan ini adalah bagian dari serial tulisan dengan tag #ApaDalilnya. Tulisan ini merupakan perwujudan dari komitmen saya terhadap diri sendiri untuk (insya Allah) secara rutin setiap hari di bulan ramadhan 1435H mencari tahu tentang dalil (landasan hukum) tentang sebuah persoalan dalam agama islam dan menuliskan kembali hasil penelusuran saya. 
Tulisan ini tidak bermaksud menggurui siapapun, mohon tidak dijadikan referensi utama, tanyakanlah masalah agama kepada ahlinya yaitu para ulama. Saya bukan ulama dan tulisan ini hanya sebagai catatan pribadi saya yang masih belajar ilmu agama, catatan pribadi yang dimaksudkan sebagai pengingat bagi diri sendiri sambil berharap jika orang lain ikut membaca dan mengamalkannya maka saya juga akan ikut kecipratan dapat pahalanya. 
Amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s