Sukses Memimpin

boss-vs-leader-800x800

Apa tolak ukur kesuksesan bagi pemimpin sebuah organisasi? Well, berdasarkan pengalaman saya, jika dalam sebuah organisasi kita ditunjuk menjadi seorang pemimpin maka kita akan ditugaskan untuk memimpin organisasi tersebut untuk mencapai sebuah target. Jadi segala aktivitas kita dalam memimpin, baik itu memikirkan strategi, mengarahkan anggota, mendelegasikan tugas, mendistribusikan tugas dan lain-lain semuanya diarahkan agar tujuan atau target yang inginkan bisa tercapai.

Bahkan definisi tentang organisasi pun menguatkan hal ini:

or·ga·ni·sa·si 1 kesatuan (susunan dsb) yg terdiri atas bagian-bagian (orang dsb) dlm perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu; 2 kelompok kerja sama antara orang-orang yg diadakan untuk mencapai tujuan bersama;

(Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Lihat penekanan pada “tujuan“, “target”. Bagaimana menurut para ahli? Ternyata gak jauh beda.

Organisasi juga bisa di artikan sebagai  wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya belum dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri.

(James L. Gibson)

Lihat, “meraih hasil”. Sama saja kan ujungnya? “tujuan”, “target”. Jadi, kalau dilihat dari definisi organisasi, maka pemimpin organisasi yang sukses adalah pemimpin yang mampu membawa organisasinya mencapai target yang diharapkan. Adalah kasus yang umum pula, bahwa dalam sebuah organisasi sistem reward and punishment diterapkan berdasarkan tercapai atau tidak tercapainya target/tujuan. Dapat bonus jika melebihi target, kena denda/penalti jika tidak mencapai target. Naik pangkat karena sukses mencapai target dan turun jabatan karena tidak mampu meraih target.

Sounds familiar, right?

Tapi saya lalu membaca hadist shohih berikut ini

Sabda Rasulullah saw : “Tujuh golongan yang dinaungi Allah di hari kiamat yang tiada tempat berteduh selain yang diizinkan Nya; pemimpin yg adil, dan pemuda yang tumbuh dengan beribadah pada Tuhannya, dan orang yang mencintai masjid masjid, dan dua orang yang saling menyayangi karena Allah, bersatu karena Allah dan berpisah karena Allah, dan orang yang diajak berbuat hina oleh wanita cantik dan kaya namun ia berkata: Aku takut pada Allah, dan pria yang sedekah dengan sembunyi-sembunyi, dan orang yang ketika mengingat Allah dalam kesendirian berlinang airmatanya”

(Shahih Bukhari)

Di sana disebutkan “pemimpin yang adil” lah yang berhak mendapat naungan dari Allah, bukan pemimpin yang “berhasil mencapai target”. Mengapa? apa karena mencapai target tidak penting? mungkin karena menjadi pemimpin yang adil adalah jauh lebih susah daripada menjadi pemimpin yang berhasil mencapai target. Berapa banyak kita lihat pemimpin yang berhasil mencapai target-target mereka. Apakah mereka berlaku adil dalam upaya mereka mencapai target-target tersebut? Wallahu ‘alam.

Saya jadi ingat komentar teman saya yang berkata “Ya iyalah hadiahnya surga, soalnya susah. Coba kalo gampang, mungkin hadiahnya kipas angin…”😀 tapi kalau buat saya sih pesan moralnya adalah

Pemimpin dalam tingkatan manapun, entah pemimpin bagi diri sendiri, pemimpin bagi keluarga, pemimpin unit kerja di kantor, pemimpin di masyarakat atau pemimpin di manapun, maka berlaku adil harusnya lebih diutamakan daripada mencapai target. Mencapai target itu perlu, tapi dalam upaya mencapai target hendaknya kita berlaku adil. Percuma target tercapai kalau ada yang merasa terzolimi akibat kepemimpinan kita yang kurang adil.

Saya tidak ingin menjadi pemimpin yang terlena dengan iming-iming reward yang akan saya dapat jika mencapai target atau jadi pemimpin yang takut mendapatkan punishment jika tidak berhasil mencapai target. Saya ingin jadi pemimpin yang mendapat naungan Allah karena berlaku adil, sebab bagi saya itulah kriteria sukses sebagai pemimpin.

Amiiin ya robbal alamiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s