Tinjau Ulang

tinjau

Sebelumnya saya pernah menulis bahwa ada dua tantangan dalam mengevaluasi, salah satunya yaitu “saat kita berperan sebagai evaluator, bagaimana caranya kita melakukan evaluasi tanpa membuat orang lain merasa “dicari-cari kesalahannya” sehingga mereka mau menerima masukan dari kita dan mau memperbaiki dirinya menjadi lebih baik?”. menurut saya salah satunya adalah dengan memilih kata-kata yang digunakan saat kita menyampaikan hasil evaluasi tersebut.

Contohnya saat menguji seminar pagi ini, saat menuliskan revisi hasil seminar saya mulai membiasakan untuk mengganti kata “perbaiki” atau “perlu direvisi” dengan kata ” perlu ditinjau ulang”.

tinjau ulang

Alasannya ada dua:

  1. Memberi konotasi yang positif atau minimal netral. Menurut saya kata “perlu diperbaiki” atau “perlu direvisi” seolah menyatakan “ada sesuatu yang tidak baik” atau “ada sesuatu yang salah” di sana. Dengan menggunakan kata “perlu ditinjau ulang” saya harap mahasiswa tidak merasa disalahkan, cukup meneliti ulang, siapa tau ada yang salah
  2. Belum tentu saya benar, siapa tau saya yang salah. Makanya saya tidak mau menghakimi dengan menyatakan “[ini salah, maka] perlu diperbaiki” atau “ini salah, maka] perlu direvisi”. Oleh karena itu lebih baik saya kembalikan kepada mahasiswa dan pembimbingnya, toh mereka yang lebih paham.

Saya percaya bahwa pemilihan kata yang tepat sangat berpengaruh terhadap konotasi yang disampaikan. Lagipula tujuan dosen menguji seminar atau sidang Proyek Akhir kan bukan untuk menyalahkan mahasiswa atau dosen pembimbingnya, tapi membantu mencari dan menggali kelemahan sistem yang dibuat, tentunya agar bisa menjadi lebih baik lagi di masa depan. Jangan sampai kita menemui penolakan dan harus melalui perdebatan yang sebetulnya tidak perlu hanya karena kita salah memilih kata dalam menyampaikan hasil evaluasi kita. Oiya, sebelumnya saya juga membiasakan menggunakan istilah mahasiswa “pendalaman” untuk menggantikan istilah mahasiswa “mengulang”. Alhamdulillah tampaknya istilah itu makin familiar dan mulai turut diadopsi oleh kawan-kawan saya sesama dosen di kampus🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s