Fobia Rapat

ImagePagi ini saya semangat menyusun bahan kuliah yang rencananya akan saya share dengan rekan-rekan dosen untuk persiapan kuliah Perancangan Basis Data minggu depan. Googling ini itu, sedikit ngoprek PowerDesigner dan senyum-senyum sendiri saat berhasil mengimpementasikan atau membuktikan teori yang saya baca dengan tools PowerDesigner. Lalu senyum saya seketika hilang ketika kang Dedi, salah seorang OB di kampus datang ke meja saya sambil menyerahkan undangan rapat

Aaaarggghhh!!! Ini rapat kok seminggu sekali, durasinya bisa lebih dari 3 jam pula, gak bisa lebih sering dan lebih lama lagi ya? Kerjaan saya kan bukan cuma rapat! Mendingan ngerjain yang lain…

Beberapa bulan ini saya mengalami apa yang saya sebut “fobia rapat”. Sebetulnya saya sudah menerima kenyataan yang pahit bahwa walaupun saya mengaku bahwa profesi saya adalah sebagai seorang dosen, tapi waktu kerja yang saya alokasikan untuk kegiatan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat porsinya kalah besar dari waktu yang saya alokasikan untuk pekerjaan-pekerjaan administratif. Diantara semua pekerjaan administratif itu, yang paling saya benci adalah RAPAT! Kadang sambil setengah bercanda saya sering bilang ke istri saya kalau suatu saat nanti Alma, putri kami bertanya apa pekerjaan ayahnya akan saya jawab “tukang rapat” dan bukan “dosen”.

Image

Saya tau mengambil keputusan bersama dan saling berkoordinasi itu penting, tapi rapat-rapat kami cenderung gak efektif dan sudah pasti gak efisien. Cenderung gak efektif karena rapat itu gak selalu berhasil menemukan solusi dan sudah pasti gak efisien sebab durasinya terlalu lama dan menyita waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk mengerjakan tugas yang lain. Ironisnya, tugas-tugas lain yang terbengkalai karena rapat itu justru adalah tugas-tugas yang membuat diri saya layak mengaku sebagai dosen: belajar untuk persiapan ngajar, mengoreksi dan memberi feedback tugas mahasiswa, meng-improve materi dan teknik pembelajaran supaya lebih enak untuk mahasiswa, membaca karya-karya ilmiah, dan melakukan penelitian lalu mempublikasikannya dalam bentuk karya ilmiah.

Ah, saya memang terlalu banyak ngeluh. Adakah solusi untuk masalah saya ini? Jangan suruh saya mengerjakan tugas-tugas itu sambil rapat ya, sebab saya bukan tipe orang yg bisa multitasking😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s