Mengundurkan Diri Itu Hak Mahasiswa

quit

Baru saja saya didatangi oleh salah satu mahasiswa saya yang mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri. Mahasiswa tersebut IPK nya masih dalam kategori cukup namun sudah berada di masa akhir studinya. Satu-satunya mata kuliah yang menghalanginya dari kelulusan adalah Proyek Akhir. Jika sampai Juli nanti dia belum sidang maka dia otomatis akan di-DO dan dia sama sekali belum mulai mengerjakan Proyek Akhirnya, bahkan dia tidak melakukan registrasi ulang semester ini.

Ketika saya tanyakan alasan pengunduran dirinya adalah karena masalah biaya. Saya kurang yakin bahwa itu adalah satu-satunya alasan sebab saat saya tawarkan opsi-opsi solusi seperti penundaan pembayaran dan sebagainya mahasiswa tersebut sepertinya sudah tidak tertarik untuk melanjutkan studinya. Saya tanya berulang-ulang tentang kebullatan tekadnya dan dia berulang-ulang pula menyatakan bahwa tekadnya sudah bulat. Ya sudah, saya pun tidak ingin menghalangi.

Sepengetahuan saya, di kampus saya ada kebijakan yang menyarankan dosen wali untuk membatasi jumlah mahasiswa yang mengudurkan diri dengan alasan karena semakin banyak mahasiswa yang mengundurkan diri maka semakin buruk nilai akreditasi kampus.

Tapi saya tidak setuju. Menurut saya mengundurkan diri itu adalah hak mahasiswa. Alangkah jahatnya saya bila saya menghalangi mahasiswa dari mendapatkan haknya.

Siapa tau mengundurkan diri adalah jalan terbaik baginya, toh kesuksesan bukan ditentukan semata-mata dari kelulusan apalagi harus lulus dari label almamater tertentu. Lulus dari mana saja bisa sukses kok, bahkan kalau tidak lulus kuliah juga bisa sukses.

Saya juga tidak menganjurkan untuk tidak lulus dan mudah menyerah saat menghadapi kendala akademik. Saya hanya menekankan bahwa mahasiswa sudah dewasa, sudah bisa mengambil keputusan sendiri, bukan disetir oleh orang tua apalagi disetir oleh dosen. Yang paling penting lagi, mahasiswa selayaknya bertanggungjawab atas keputusan yang diambil, tidak menyalahkan siapapun bila ternyata keputusannya membawa konsekuensi buruk bagi masa depannya. Dengan demikian, mahasiswa boleh berbangga jika keputusannya ternyata merupakan keputusan yang tepat dan mengantarkannya pada kesuksesan, itu artinya dia sukses mengantarkan dirinya jadi orang sukses, dengan izin Allah tentunya, dan bukan “diantarkan” menuju kesuksesan oleh dosen atau orangtuanya.

Selamat jalan mahasiswaku, semoga keputusanmu adalah keputusan yang terbaik. Saya harap jika kita diberi umur panjang dan bertemu lagi sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang, kamu akan dengan tersenyum bangga berkata “Pak, alhamdulillah, ternyata keputusan saya mengundurkan diri waktu itu adalah keputusan yang tepat…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s