Catatan Pelatihan Applied Approach – Hari 3

Hari ini sesi awal diisi dengan diskusi kelompok dan simulasi pembelajaran dengan metode Student Centered Learning. Diskusi dan simulasi berlangsung sampai waktu makan siang. Adapun sesi 3 setelah makan siang diisi dengan materi yang sangat menarik menurut saya, yaitu tentang penjaminan mutu. Saya merasa materi ini menarik sebab sering luput dari perhatian dosen dan materi ini sebenarnya pernah saya dapatkan sekilas waktu saya mengikuti studi banding ke Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta beberapa bulan yang lalu.

Pemateri menyampaikan materi tentang Penjaminan Mutu yang padat ini dengan sangat menarik. Sayang sekali karena keterbatasan waktu, materi yang menarik ini disajikan dengan cukup cepat sehingga hanya sebagian kecil yang bisa saya catat. Berikut ini adalah catatan saya selama menyimak materi pelatihan Applied Approach hari ke 3:

Hari 3 – Sesi 3
Manajemen Mutu Terpadu di Perguruang Tinggi
(Reny Sukmawani, SP., MP.)

  1. Penjaminan mutu dibutuhkan untuk menyamakan standar kualitas perguruan tinggi
  2. Perguruan tinggi dinyatakan bermutu jika:
    1. Mewujudkan visi melalui misi (aspek deduktif)
    2. Memuaskan kebutuhan stakeholder (aspek induktif)
  3. Intinya, perguruan tinggi harus mampu merencanakan, menjalankan dan mengendaikan suatu proses yang menjamin pencapaian mutu
  4. Mutu mencakup upaya memenuhi atau melebihi harapan konsumen, mencakup produk, tenaga kerja, proses dan lingkungan
  5. Manajemen mutu terpadu (MMT) adalah proses merencanakan, mengorganisasikan dan mengawasi pemenuhan standar mutu pengelolaan perguruan tinggi secara menyeluruh
  6. MMT harus dilakukan secara kuntinu, tidak bisa mengharapkan hasil yang instan dan tidak boleh dihentikan (harus terus menjalani siklusnya)
  7. Produk jasa/layanan perguruan tinggi
    1. Jasa Kurikuler
    2. Jasa Penelitian
    3. Jasa Pengabdian masyarakat
    4. Jasa Kebijakan umum
    5. Jasa Administrasi
    6. Jasa Ekstrakurikuler
  8. Kebutuhan dasar untuk peningkatan mutu
    1. Kompetensi: tau caranya
    2. Koordinasi: kerja sama yang baik antar bagian
    3. Komitmen: kesepakatan dan kesamaan niat
  9. Saat melakukan peningkatan mutu, tidak perlu menentukan target yang terlampau tinggi, yang lebih penting adalah menentukan target yang realistis (sesuai kondisi sekarang) dan secara terus menerus meningkatkan target tersebut sehingga menjadi perbaikan yang berkelanjutan
  10. Dalam peningkatan mutu, fokuslah kepada pelanggan
  11. Sinergi penjaminan mutu perguruan tinggi:
    1. PDPT (EPSBED)
    2. Akreditasi
    3. SPM internal
  12. Hal yang pertama yang harus dilakukan saat mengawali usaha pernjaminan mutu perguruan tinggi adalah menyamakan komitmen dari seluruh civitas akademika
  13. Langkah-langkah penjaminan mutu internal:
    1. Menyusun organisasi penjamin mutu
    2. Menyusun sistem (kebijakan, sistem dokumen)
    3. Menjalankan sistem
    4. Lakukan audit internal mutu
    5. Tindak lanjuti
  14. Sistem dokumen terdiri dari standar mutu, manual mutu, manual prosedur, dan sebagainya
  15. Standar Organisasi SPM:
    1. Terstruktur dan memiliki bagan organisasi
    2. Memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (TuPokSi)
    3. Sesuai dengan kompetensi
    4. Organisasi SPM tidak bisa dilepaskan dari struktur organisasi PT secara menyeluruh
  16. Manfaat dokumen:
    1. Komunikasi informasi
    2. Bukti fisik
    3. Sumber pengetahuan
  17. Sifat dokumen:
    1. Jelas, memiliki identifier
    2. Berklasifikasi (jelas sifat dan kategorinya)
    3. Mudah ditelusuri (keterkaitannya dengan dokumen lain)
    4. Mudah diakses (ditemukan jika dicari)
    5. Disimpan dengan baik (terekam dengan baik jika bentuknya dokumen elektronik)
    6. Ada penanggung jawabnya
    7. Memuat waktu pembuatan dan atau pemeriksaan
    8. Selalu diperbaharui
    9. Berbentuk cetakan atau media elektronik
    10. Disosialisasikan
  18. Jenis-jenis dokumen:
    1. Dokumen Induk
    2. Dokumen Mutu
  19. Dokumen induk terdiri dari:
    1. Visi dan Misi
    2. Statuta
    3. Organisasi dan Tata Kerja
    4. Rencana Strategis
    5. Program Kerja
    6. Pedoman Pendidikan
  20. Dokumen Mutu terdiri dari:
    1. Manual Mutu
    2. Standar Mutu
    3. Manual Prosedur (SOP):
      1. Instruksi Kerja
      2. Dokumen Pendukung
      3. Borang-borang
      4. Dokumen Audit
  21. Hirarki dokumen mutu: Manual Mutu –> Manual Prosedur / SOP–> Instruksi Kerja
  22. Manual Mutu adalah dokumen yg jadi panduan implementasi manajemen mutu (menjawab pertanyaan WHAT)
  23. Manual Proses (MP) dan SOP adalah dokumen yang berisi urutan proses dari suatu kegiatan yang melibatkan beberapa satuan unit kerja dalam bentuk bagan atau diagram alir (menjawab pertanyaan HOW secara garis besar)
  24. Instruksi kerja adalah urutan instruksi yang diberikan kepada orang lain dengan terperinci agar dapat menjalankan fungsi/tugasnya (memaparkan detail langkah-langkah kerja)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s