Selasa 7 Agustus 2002

Alhamdulillah, pagi ini hari Selasa tanggal 7 Agustus 2012, genap 10 tahun sudah saya berdomisili di Bandung. Well, lebih tepatnya di Dayeuhkolot sih 🙂 Tadi pagi pas saya nonton berita di Metro tipi, saya dengar pembaca beritanya menyebutkan tanggal hari ini, spontan saya teringat bahwa tepat 10 tahun yang lalu, hari Selasa juga, tanggal 7 Agustus 2002, jam 8 pagi WITA (atau jam 7 WIB) saya terbang meninggalkan kota kelahiran saya, Makassar untuk kuliah di Bandung.

Saya langsung buka lemari saya dan bongkar isi koper saya. Di antara medali-medali wisuda, toga dan barang-barang lain yang sudah lama saya tidak lihat, ada sebuah kantong plastik hitam berisi tumpukan kertas dan foto-foto jaman SMU. Guess what sodara2, ternyata di kantong plastik itu saya masih punya tiket pesawat Makassar-Jakarta 10 tahun yang lalu, sayang sekali tiket kereta api dari Jakarta ke Bandung hari itu sudah hilang. Garuda Indonesia, nomor penerbangan GA631 Makassar Jakarta (UPG-CKG) tanggal 7 Agustus 2002 jam 8 pagi, tiket dipesan tanggal 16 Agustus 2002, sehari sebelum tanggal penerbangan. Ini dia penampakan tiket pesawat yang saya maksud (klik untuk memperbesar gambar):

Bahkan saya masih punya boarding pass nya (kursi 8C) plus struk airport tax Bandara Hasanuddin yang dulu belum semegah sekarang 🙂

Saya masih ingat kemeja garis-garis vertikal warna cokelat krem hitam yang saya pakai hari itu (sekarang kemeja itu entah nasipnya udah di mana :lol:). Saya masih ingat koper yang saya bawa hari itu (koper yang sama dengan koper tempat saya menyimpan tiket ini), dan tentu saja saya yang saya paling ingat adalah ekspresi Mama saya yang mengantar saya ke bandara pagi itu. Berhubung beliau adalah salah satu perempuan paling tegar yang pernah saya lihat (seumur2 saya cuma lihat Mama saya sekali menangis, waktu adik bungsu saya masuk UGD karena sakit stip), jadi pagi itu beliau tidak banyak berpesan apa2, tidak menitikkan air mata, hanya memeluk saya dan berpesan “hati-hati ko di jalan nak, nah…”
Ah Mama… saya emang anakmu yang paling sering meninggalkanmu, maap ya Ma, semoga Mama bangga dan tidak sia-sia menyekolahkanku jauh2 ke Bandung. Amiiin… 😥

Wah, ternyata saya termasuk cowok sentimentil ya? Atau malah kurang kerjaan? 😆 karena mengingat tanggal-tanggal dan hal-hal detail yang biasanya sudah dilupakan bahkan “mengoleksi” barang2 yang seharusnya sudah dibuang bertahun-tahun yang lalu 🙂 Ah, gapapa lah, konon cowok tipe begini adalah cowok yang romantis dan setia (klaim sepihak) dilarang protes! 😆

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s