Menguji [Buku] Proyek Akhir

Pada saat sidang Proyek Akhir ada dua item yang diuji, yaitu Buku/Laporan Proyek Akhir dan Program/Aplikasi nya. Kali ini saya bahas dulu tentang Buku/Laporan Proyek Akhir (Insya Allah pengujian program/aplikasi Proyek Akhir akan saya bahas di posting yang lain).  Masing-masing dosen penguji punya ciri khas dalam menguji tapi biasanya poin-poin utama yang diuji tetap sama kok. Sekedar untuk contoh, berikut ini saya kasih tau apa saja yang biasanya saya uji terkait dengan Buku/Laporan Proyek Akhir:

  1. Daftar Pustaka
    Ini adalah item yang wajib ada dan merupakan item favorit saya yang hampir selalu saya periksa saat menguji sidang Proyek Akhir. Kesalahan yang umum dilakukan:

    • Daftar pustaka “pajangan”: ada buku-buku yang dicantumkan sebagai referensi tapi tidak pernah dikutip/disebutkan dalam Buku PA. Saya paling tidak suka ini, lebih baik daftar pustaka sedikit dan semuanya terpakai daripada banyak tapi sekedar “pajangan” biar keliatan “keren” padahal gak pernah dikutip, apalagi dibaca. Ini “dosa kelas menengah”, dijamin kena teguran dan wajib revisi tapi tidak sampai membuat adik-adik gak lulus.
    • Daftar pustaka dengan style SSG (Suka-Suka Gue): perlu diketahui bahwa menulis daftar pustaka itu ada aturannya, ada “madzhab” nya, dan gak boleh seenaknya. Kadang saya temui mahasiswa yang gak tau “madzhab”/style yang mereka gunakan dan yang lebih parah lagi adalah mencampuradukkan antara madzhab yang berbeda-beda, misalnya menuliskan daftar pustaka dengan style IEEE (menggunakan angka terurut berdasarkan kemunculan) tetapi mengutip/meneyebutkannya di dalam Buku PA dengan style Chicago (menggunakan nama belakang pengarang dan tahun). Ini “dosa kecil” sih, cukup revisi saja tanpa perlu diberi teguran keras🙂
  2. Bab Pendahuluan dan Bab Kesimpulan
    Sepertinya ini juga merupakan item yang akan diperiksa oleh hampir semua dosen penguji. Kesalahan yang umum dilakukan:

    • Kesimpulan yang tidak nyambung dengan tujuan. Seharusnya setiap poin tujuan dijawab oleh salah satu poin di dalam kesimpulan. Jika ada 3 poin tujuan maka minimal ada 3 poin kesimpulan, walaupun boleh juga ada kesimpulan tambahan tapi minimal semua tujuan dijawab oleh kesimpulan. Alangkah baiknya juga jika urutannya sesuai: kesimpulan poin 1 menjawab tujuan poin 1 dan seterusnya. Jika kesimpulan tidak nyambung dengan tujuan maka ini termasuk dosa menengah🙂
    • Saran yang sebetulnya bukan saran. Idealnya saran itu baru muncul setelah kita melakukan pengujian, dan bukan sesuatu yang sudah dari awal kita tidak mau atau tidak akan lakukan. Sering saya temui saran yang bunyinya “Sebaiknya aplikasi dibuat lebih secure” atau “Sebaiknya desain antarmuka dibuat lebih menarik” dan saran yang sejenisnya. Untuk hal-hal seperti itu sebaiknya dimasukkan saja ke dalam batasan masalah misalnya “tidak membahas keamanan aplikasi” atau “tidak membahas aspek estetika desain antarmuka aplikasi”. Jika ada saran yang sebetulnya bukan saran maka ini termasuk kategori dosa kecil🙂
  3. Perancangan Basis Data
    Ini juga hampir selalu saya periksa (berhubung saya adalah dosen Basis Data, he3). Kesalahan umum yang sering saya dapati:

    • Foreign key muncul di Diagram ER, padahal seharusnya Diagram ER adalah desain logik, bukan desain fisik basis data. Seharusnya foreign key baru muncul di desain fisik basis data, misalnya dalam Relationship Diagram atau Skema Relasi. Ini bisa jadi dosa kecil atau dosa menengah tergantung apakah mahasiswa yang diuji menyadari kesalahannya atau tidak dan apakah dia tahu bagaimana cara memperbaikinya atau tidak.
    • Desain logik dan desain fisik basis data gak nyambung. Diagram ER nya ke mana, Skema Relasi dan Diagram Relationshipnya ke mana. Kalo sudah begini biasanya saya akan tanya mahasiswa ybs “Dulu dosen Perancangan Basis Data nya bukan saya kan?” sambil berharap mahasiswa tersebut akan menjawab “bukan”😀 Sama seperti yang sebelumnya, ini juga bisa jadi dosa kecil atau dosa menengah tergantung mahasiswanya🙂
    • Tidak menguasai hubungan antara desain basis data dengan kasusnya. Pernah saya menguji seorang mahasiswa yang tidak mengerti sama sekali hubungan antara proses bisnis yang jadi studi kasusnya dengan rancangan basis data yang dia buat. Blengki surengki, ditanya apapun dia tidak tahu, bahkan tidak tahu data apa saja yang disimpan di dalam basis datanya serta hubungan antara tabel yang satu dengan tabel yang lain pun tidak dikuasai, bahkan tidak tahu di tabel mana dia menyimpan data yang diinputkan. Nah yang ini parah, ini bisa jadi “dosa besar” yang mengancam kelulusan adik-adik😥
  4. Perancangan Sistem dengan metode Terstruktur
    Saya juga cukup sering memeriksa item yang ini. Kesalahan yang umum terjadi adalah:

    • Diagram Konteks tidak sinkron dengan DFD level-level berikutnya. Seharusnya mulai dari diagram konteks sampai DFD level 1 dst semuanya sinkron. Sering saya lihat ada aliran data yang ujug-ujug muncul, ujug-ujug hilang, atau ujug-ujug ganti nama tanpa bubur merah putih walaupun cuma Beti (beda tipis)😀 Ini bisa jadi dosa kecil atau dosa menengah tergantung mahasiswanya🙂
    • Kamus Data yang tidak terurut secara alfabetik. Kalau saya menemui kesalahan semacam ini, biasanya mahasiswa tersebut akan saya tanya “pernah liat kamus yang tidak terurut secara alfabetis?”😀 Tenang saja, yang ini cuma dosa kecil, cukup revisi🙂
    • Spesifikasi Proses tidak lengkap atau terlalu lebay. Ingat, jangan lebay! tidak semua proses perlu dibuat spesifikasi proses nya, cukup proses-proses atomik saja, yaitu proses yang tidak dipecah lagi menjadi proses-proses yang lebih kecil. Misalnya proses 1 dipecah menjadi proses 1.1 dan 1.2 maka proses 1 tidak perlu dibuat spesifikasi proses, yang perlu dibuat spesifikasi prosesnya adalah proses 1.1 dan 1.2 Oiya, ini bisa jadi dosa kecil atau dosa menengah tergantung bagaimana jawaban si mahasiswa saat ditanya🙂
    • Tidak mengetahui apa kegunaan atau apa yang digambarkan oleh DFD dan kroni-kroninya (Kamus Data, Spesifikasi Proses dll). Biasanya saya akan tanyakan “DFD itu menggambarkan apa ya? Kamus Data itu gunanya untuk apa?” hanya kalau saya melihat banyak kesalahan di sana, dan ini bisa jadi dosa menengah kalau gak tau jawabannya🙂
  5. Perancangan Sistem dengan metode Object Oriented
    Untuk item yang satu ini kesalahan-kesalahan umum yang sering saya temui adalah:

    • Tidak menguasai diagram kelas yang dibuat. Misalnya tidak mengetahui mana yang method dan mana yang atribut, tidak mengetahui perbedaan akses public dan private serta simbol-simbolnya. Ini masuk dosa kategori menengah karena sebetulnya pemahaman tentang kelas dan objek adalah “jantung”nya perancangan dengan metode berorientasi objek.
    • Diagram Sequence tidak sinkron dengan Diagram Kelas. Misalnya di diagram sequence nya ujug-ujug ada kelas yang tidak pernah ditampilkan di diagram kelas, atau ada method yang dipanggil tapi diagram kelas tidak menunjukkan bahwa method itu ada. Kalau mau lebih ekstrem lagi ngujinya, sebetunya bisa saja saya cek apakah betul bahwa hanya method yang aksesnya public atau protected saja yang bisa diakses dari kelas lain, tapi so far saya belum pernah nguji sampe sedalam itu, gak tega😳 Oiya ini bisa termasuk dosa kecil atau dosa menengah kalo sampe dilanggar, tergantung bagaimana jawaban dari mahasiswa tersebut saat diuji.
    • Diagram Sequence tidak lengkap. Seharusnya setiap use case dibuatkan diagram sequence nya, jadi kalo masih kurang lengkap ini bisa dikategorikan dosa kecil atau dosa menengah tergantung berapa banyak yang kurang🙂
  6. Tata Tulis Umum
    Belakangan saya agak jarang periksa tata tulis, biasanya saya periksa tata tulis kalo waktunya masih cukup atau kalo saya sebagai dosen penguji 2. Beberapa kesalahan yang sering saya temui:

    • Dosa kecil: istilah asing tidak dicetak miring (kecuali nama orang, nama perusahaan, merk dagang atau nama metode tidak perlu dicetak miring), typo alias salah ketik, penomoran menggunakan bullet (seharusnya lebih baik menggunakan numbering), lupa mencantumkan judul tabel dan judul gambar (seharusnya judul tabel diletakkan di atas tabel sedangkan judul gambar diletakkan di bawah gambar), font yang tidak seragam, spacing yang terlalu rapat/renggang, tidak bisa membedakan penulisan “di” sebagai imbuhan dan “di” sebagai kata sambung, dan lain-lain
    • Dosa menengah: kumpulan dosa-dosa kecil terkait tata tulis yang terlalu banyak sehingga memberikan kesan bahwa mahasiswa tersebut kurang niat mengerjakan buku PA nya atau mungkin juga buku PA nya dibuat dengan menggunakan teknik Roro Jonggrang😀

Sederhana bukan? Kalau saya menguji buku PA, sebetulnya saya cukup menguji poin-poin itu saja. Lalu saya kategorikan menjadi dosa kecil, dosa menengah atau dosa besar. Dosa kecil hanya akan dapat revisi, nilai masih boleh dapet A. Dosa menengah selain direvisi juga akan saya beri teguran (biasanya dalam bentuk sindiran saja kok) dan kalau terlalu banyak dosa menengah mungkin nilainya gak akan dapet A, mungkin cuma dapet B. Nah kalau dosa besar hati-hati ya karena ini bisa jadi mengancam kelulusan. Tentu saja sebelum saya memutuskan untuk tidak meluluskan seorang mahasiswa ada banyak hal yang dipertimbangkan dan ada diskusi panjang kebar dengan dosen penguji lain dan terutama dengan dosen pembimbingnya. Insya Allah tidak berniat menzolimi siapapun🙂

Nah, karena adik-adik mahasiswa sudah tau “kisi-kisi” apa saja yang akan diuji pada saat sidang terkait Buku/Laporan Proyek Akhir nya nanti, saya harap adik-adik bisa lebih tenang dalam menghadapi sidang Proyek Akhir, siapapun dosen pengujinya nanti, apalagi kalo ternyata salah satu dosen pengujinya ternyata cuma seorang pak WHY😆

Semoga bermanfaat🙂

3 thoughts on “Menguji [Buku] Proyek Akhir

  1. mungkin sedikit out of topic alias OOT, tapi sekedar mengingatkan saja:

    Tak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus dan tak ada dosa besar jika diiringi istighfar.

    Ibnu Abbas r.a.

    Oiya, nanti kalo saya uji jangan sampe ada yang request “pak… saya revisinya pake istighfar saja ya…”😆
    Tolong jangan salah gunakan nasihat di atas yaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s