Pak, Saya Ingin Maju Sidang

Kira-kira apa yg sebaiknya saya lakukan kalo ada mahasiswa yg gak pernah dateng bimbingan trus ujug2 dateng mengemis-ngemis minta sidang?

  1. mencoba bersikap tegas untuk melarangnya maju sidang dengan alasan “km belum siap anakku…” tapi setelah ceramah panjang lebar dan pertimbangan ini itu akhirnya hanya punya dua pilihan:

    (1) dengan berat hati tidak mengabulkan permohonan sidang tapi dalam hati khawatir “menzolimi” si mahasiswa krn mesti nambah biaya kuliah de el el,(2) menyuruh dia “roro jonggrang” beresin aplikasi dan bukunya, trus sbg dosen pembimbing yg bertanggungjawab jadi ikut2an “roro jonggrang” meriksa buku dan aplikasinya. Kemudian akhirnya pas sidang menemui kenyataan pahit bahwa ternyata hasilnya tetep tidak memuaskan (maklum hasil roro jonggrang kuadrat)

  2. menahan emosi, berusaha senyum manis, komentar seminimal mungkin dan langsung menyetujui mahasiswa ybs maju sidang. Tidak perlu periksa bukunya, tidak perlu pedulikan aplikasinya, cukup “titip pesan” ke pengujinya “pak bu, silahkan dibantai, ybs jarang bimbingan kok, klo menurut bapak ibu ybs layak diluluskan ya alhamdulillah, tapi klo menurut bapak ibu ybs belum layak lulus, saya dukung dan saya ikhlas dengan keputusan bapak ibu penguji…”. Pada saat sidangpun sbg pembimbing sudah siap mental dan tidak terlalu kecewa klo ternyata hasilnya tidak memuaskan, toh gak berpayah2 kan.

Dilema sih, tapi akhir-akhir ini saya kok lebih prefer opsi 2 ya? Mungkin kayakya saya sadis yah, tapi menurut saya ada beberapa keuntungannya:

  1. Hemat energi (jelas lah ya),
  2. hemat waktu (ini juga jelas),
  3. hemat tensi darah(krn ga perlu ngamuk2),
  4. go green (hemat kertas buat ngeprint revisi, toh hasilnya ga akan maksimal juga klo roro jonggrang gini)
  5. efek jera ke mahasiswa, seolah kita pake kaos dengan tulisan “klo lo gak peduli sama diri lo sendiri, ngapain gw peduli sama lo?”
  6. tidak “dikendalikan mahasiswa” (maap saya gak nemu istilah lain yg lebih halus), logikanya sederhana: “ngapain juga kita ikut2an berpayah2 roro jonggrang meriksa buku PA mereka gara2 mereka roro jonggrang ngerjain PA-nya?”
  7. kita tidak menghalangi kesempatan mahasiswa untuk menyelesaikan studinya, tidak “memaksa” ybs nambah semester dan membayar biaya lebih. Kita tetap memberi ybs kesempatan “membuktikan diri” (toh hasilnya belum tentu buruk, mana tau ternyata pas disidang ybs memang oke, kan tetep kita gak halangi kelulusannya). Kita cuma menghemat energi dan waktu sambil berusaha ngasih efek jera ke rekan2nya mahasiswa yg lain.

Sampe sekarang saya masih konflik batin klo untuk urusan yang satu ini😥

7 thoughts on “Pak, Saya Ingin Maju Sidang

    1. untung pembimbingnya ga pasang tampang bingung sambil bilang “maaf dek, kamu mahasiswa bimbingan saya ya? siapa lagi namanya? saya sudah lupa…”

  1. Salaamun’alaikum. .
    Salam Silaturahim kang!!
    sy Salim, se prodi dengan Kang Wahyu,, namun S1 nya. . hehe

    Sistem teknologi informasi itb

    1. Wa alaikum salam wr wb…

      Salam kenal Kang Salim. Wah ternyata satu almamater ya, sama2 dari Institut “Gajah Duduk”, hihihi….
      Semoga sukses kuliah S1 nya Kang Salim. Amiiiiin🙂

  2. baru jalan-jalan lagi kesini! ternyata udah dijawab kang Wahyu!!
    panggil Salim aja, hehe

    iy kang, mohon doanya! gajahnya duduk, mahasiswanya lari-lari dikejar deadline tugas, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s