Coincidence?

“Teman karib itu susah dicari nak, mereka itu sodara kamu di rantau. Mama, Papa dan adik-adikmu kan ga setiap hari ada di dekatmu. Makanya kalau punya teman itu dijaga baik-baik. Selama kamu masih sanggup, dahulukan kepentingan mereka, nanti cepat atau lambat kebaikan yang kamu tanam akan kembali ke dirimu sendiri, percaya sama Papa…”

Kurang lebih begitulah salah satu nasihat Papa saya. Sebagai anak yang baik saya cuma mengiyakan dan manggut-manggut saja saat dinasehati oleh Papa saya yang memang punya banyak teman karib tersebar di mana-mana. Seingat saya juga, saya belum pernah dengar adik-adik saya dinasehati seperti itu. Mungkin karena mereka gak merantau atau mungkin juga karena mereka punya banyak teman di mana-mana, gak seperti saya yang jumlah temannya limited edition. Well, at least memang saya kenal cukup banyak orang tapi tidak cukup banyak yang akrab dengan saya, kebanyakan sekedar kenal saja. Mungkin inilah yang jadi alasan kenapa Papa saya berpesan seperti itu, tidak cukup sekali tapi sampai beberapa kali, seolah mau menegaskan pesannya yang satu itu kepada saya.

Mungkin saat dinasehati dulu, nasehat itu belum benar-benar meresap di hati saya, sekedar tersimpan di memori otak saya. Memori yang akhirnya muncul lagi setelah hari ini saya mengalami sendiri kejadian yang membuktikan nasihat Papa saya, terutama bagian “cepat atau lambat, kebaikan yang kamu tanam akan kembali ke dirimu sendiri”. Bahkan mungkin untuk kasus yang saya alami, bukannya “cepat”, tapi malah “instan” 😀

Jadi begini ceritanya,

kemaren sore saya dan teman saya janjian untuk nangkring di kampus pagi ini. Biasa… kami emang termasuk kategori “dosen kurang kerjaan” yang tetep nangkring di kampus padahal jelas-jelas sabtu libur. Berhubung kantin sedang tutup jadi kemaren kami sepakat untuk membawa makanan sekedar untuk cemilan, tanpa menyebutkan secara spesifik makanan apa yang akan kami bawa nanti.

Tadi malam saat belanja di supermarket, saya sempat bingung mau beli cemilan yang mana. Saya sebenarnya sedang ingin dan lebih suka biskuit A rasa lemon sedangkan saya tau temen saya lebih suka biskuit B rasa kopi. Akhirnya tanpa berlama-lama di lorong cemilan, saya putuskan untuk membeli biskuit B rasa kopi saja, tapi karena tidak menemukan biskuit B rasa kopi, akhirnya saya malah beli biskuit C rasa kopi, “Toh sama-sama rasa kopi, sekalian nyobain merk baru…” begitu pikir saya

Tadinya saya pikir teman saya akan bawa gorengan, karena biasanya dia memang beli gorengan untuk cemilan pagi, tapi pagi ini di lab, teman saya mengeluarkan cemilan yang dia bawa, biskuit A rasa lemon kesukaan saya.
Coincidence, huh?
Tunggu dulu… cerita saya belum selesai, sebab sebelum habis rasa kaget saya, teman saya ini bertanya “Eh pernah nyobain biskuit C yang rasa kopi gak? Tadi gw nyari tapi gak nemu tuh…”
Saya pun tersenyum dan menunjukkan isi tas saya, biskuit C rasa kopi.

Tadi pagi saya dan teman saya hanya ketawa-ketawa saja mengingat kita membeli cemilan masing-masing secara spontan dan tanpa pikir panjang. Saat itu pun saya pikir ini hanya kebetulan belaka, tapi setelah saya pulang ke rumah siang ini baru saya sadar bahwa mungkin kejadian ini adalah bukti kecil supaya saya lebih bisa meresapi nasehat Papa. Buktinya saya dan teman saya, kami saling membeli makanan yg lebih disukai oleh yang lain tapi tetap mendapatkan apa yg sedang kami ingin makan, tidak perlu menunggu lama, bahkan nyaris instan. Lagipula di dunia ini emang ga ada yang namanya kebetulan kan? Semua sudah ada yang Mengatur, semua sudah ada yang Merencanakan.

Hmmm… sekarang saya jadi ingat juga tentang nasehat Papa saya yang bilang “Kalau niat kamu baik, caranya baik, insya Allah hasilnya juga baik nak…”. Kapan-kapan saya akan tulis tentang nasehat Papa saya yang satu itu ah 🙂

sumber gambar: news.softpedia.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s