Kultum

Entah dari bahasa apa, entah apa kepanjangannya dan entah siapa yang mempopulerkan istilah itu, saya sudah mendengar istilah “kultum” kira-kira sejak saya SMP. Setau saya sih kultum itu kepanjangannya adalah “kuliah tujuh menit” dan mengacu ke ceramah singkat (biasanya tentang keagamaan) yang durasinya kurang lebih 7 menit.

Well, saya gak mau bahas etimologi kultum tapi yang menarik buat saya adalah praktek durasi kultum yang seringkali meleset, sehingga ada yang memplesetkan kepanjangan kultum menjadi “kuliah terserah antum”

Antum kasi kuliah tujuh menit, ane bersyukur,
Antum kasi kuliah tujuh belas menit, ane tersenyum,
Antum kasi kuliah tujuh puluh menit, ane cemberut,
Antum mau kasi kuliah tujuh hari tujuh malem? Ane tinggalin!

Just kidding 😆

Tapi begitulah adanya, kadang emang durasi kultum suka gak sesuai ama kepanjangannya. Padahal menurut hemat saya sebagai orang awam, lebih baik menyampaikan sedikit nasihat yang mudah dipahami, ringan untuk diamalkan dan akan diingat dalam waktu yang lama, ketimbang menyampaikan nasihat panjang lebar yang kurang fokus, boro-boro diamalkan, malah kadang cuma numpang lewat dan begitu selesai tidak ada yang diingat (mungkin karena yang dinasehati malah ketiduran, wkwkwk…)

Muslim meriwayatkan sebuah hadist:

“Dari Washil bin Hayyan, dia berkata, Abu Wa’il berkata, ‘Ammar pernah memberi khutbah kepada kami dengan singkat dan padat isinya. Dan ketika turun, kami katakan kepadanya, ‘Wahai Abu Yaqzhan, sesungguhnya engkau telah menyampaikan dan menyingkat khutbah, kalau saja engkau memanjangkannya.’”

Maka dia menjawab, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan pendek khutbahnya menjadi ciri pemahaman yang baik dalam agama. Oleh karena itu, perpanjanglah shalat dan perpendeklah khutbah, dan sesungguhnya di antara bagian dari penjelasan itu mengandung daya tarik.” [1]

Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Ahmad:

‘Ammar bin Yasir pernah memberi khutbah kepada kami, lalu dia menyampaikannya secara singkat, maka ada seseorang dari kaum Quraisy yang berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau telah menyampaikan ungkapan yang singkat lagi padat, kalau saja engkau memanjangkannya.”

Lalu dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kami untuk memanjangkan khutbah.” [2]

An-Nawawi rahimahullahu mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits di atas adalah bahwa shalat yang lebih dipanjangkan daripada khutbah, bukan panjang yang dapat menyusahkan para makmum.” [3]

Catatan (disadur dari www.almanhaj.or.id):
[1]. Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 869).
[2]. Shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (no. 18410).
[3]. Syarh Muslim Kitab al-Jumu’ah, bab Takhfiifish Shalaah wal Khutbah.

sumber gambar http://www.elsifm.com
Iklan

3 pemikiran pada “Kultum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s