Belajar dari Ranting-Ranting Kecil

Perhatikan berbagai jenis ranting kayu.

Ada yang ditekan sedikit langsung patah
Ada yang ditekan dengan kuat baru patah
Ada juga yang sulit patah walaupun sudah ditekan kuat-kuat

Kenapa mudah patah?

  1. karena rapuh
  2. karena kaku
  3. karena kering
  4. karena sendirian

Makanya supaya jangan gampang patah:

  1. Harus “padat berisi”, jangan “rapuh dan berongga”.
    Ilmunya diperbanyak, pengetahuannya diperluas, banyak membaca, banyak mendengar.
  2. Harus “lentur”, jangan “kaku”.
    Perilakunya harus luwes, tidak saklek, bisa membaca lingkungan.
  3. Harus “basah”, jangan “kering”.
    Rohaninya harus sering dapat siraman agar emosinya lebih terkontrol, agar melihat segala sesuatunya dari sisi positif dan yakin bahwa kasih sayang Tuhan-nya tidak pernah jauh darinya.
  4. Harus “berjamaah”, jangan “sendirian”.
    Bahkan ranting yang rapuh, kering dan kaku sekalipun akan sulit dipatahkan bila mereka berkumpul dan bersatu padu. Bayangkan jika yang bersatu padu adalah ranting yang padat berisi, lentur dan basah.

Mari belajar dari ranting-ranting kecil.

-postingan geje di siang hari saat merasa sedang “ditekan kuat-kuat”-

sumber gambar http://espanol.istockphoto.com/
Iklan

8 pemikiran pada “Belajar dari Ranting-Ranting Kecil

    1. terima kasih bu, tadi itu tumben saya kesambet jd nulis yg gituan 😀
      ya nanti klo ada ide tentang akar atau buah juga sekalian ditulis deh 😆

      then again, teori itu mudah ya? implementasinya…. grrrr….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s