Ganti Strategi

Minggu ini perkuliahan semester genap 2010/2011 dimulai. Kesempatan untuk memulai lagi semuanya dari awal, tapi kalo gak punya strategi baru, tentu saja hasilnya gak akan beda dengan yang sudah-sudah.

The successful man will profit from his mistakes and try again in a different way.

-Dale Carnegie-

Strategi baru untuk semester baru ini sepertinya tidak layak kalo kita tuntut hanya datang dari mahasiswa. Kalo cara mendidik kita masih gitu-gitu aja ya mungkin hasilnya akan gitu-gitu juga. Oleh karena itu saya berusaha membuat daftar hal-hal yang saya rasa kurang dari proses perkuliahan semester lalu, dan saya coba buat strategi baru untuk mengatasinya:

  1. Hal yang dirasa kurang: berhubung semester ini saya mengajar mata kuliah Perancangan Basis Data, saya masih ingat bagaimana mahasiswa masih sering menggambarkan proses dalam diagram ER, padahal seharusnya mereka menggambarkan keterkaitan antar data.
    Strategi baru: memperbanyak studi kasus kalo perlu sampe bosan, he3. Dalam setiap studi kasus, sebelum mereka membuat diagram ER, mereka akan saya minta bertindak sebagai user dan membuat daftar tentang data apa saja yang mereka akan inputkan ke dalam sistem serta informasi apa saja yang diharapkan keluar dari sistem, setelah itu baru mereka bertindak sebagai developer yang mendesain database untuk sistem tersebut. Memang jadinya nambah satu step dan saya mesti berpayah-payah nyari studi kasus yg banyak, tapi gapapa, semoga tidak sia-sia.
  2. Hal yang dirasa kurang: saya sering merasa kewalahan dalam mengoreksi tugas mahasiwa, saya ingin tugas mahasiswa dapat saya koreksi dan komentari satu persatu sehingga mereka bisa memperbaiki kesalahannya tapi sepertinya saya tidak punya cukup waktu (sok sibuk mungkin?)
    Strategi baru: ketimbang mengoreksi satu-persatu (yang biasanya tidak efisien karena banyak common mistakes), mungkin di awal tiap pertemuan akan saya coba luangkan waktu 10-15 menit untuk menampilkan beberapa contoh kesalahan mereka di tugas/studi kasus pada pertemuan sebelumnya, biarkan mahasiswa yang mengomentari dan mengoreksi kesalahan teman-temannya, semoga cara ini bisa berhasil dan lebih efisien. Khusus untuk studi kasus sepertinya akan saya tugaskan dalam bentuk kelompok, sehingga tidak terlalu repot mengoreksinya dan memberikan mereka kesempatan berdiskusi dengan teman-teman kelompoknya. Mungkin 3 orang per kelompok adalah jumlah yang ideal.
  3. Hal yang dirasa kurang: sepertinya saya kurang tegas dalam memberi aturan tentang kuis susulan dan tugas tambahan sehingga menjelang akhir semester saya selalu disibukkan dengan permintaan-permintaan kuis susulan atau tugas tambahan.
    Strategi baru
    : semester ini saya akan tegaskan pada saat perkenalan di awal semester dan pada tiap kuis sepanjang semester bahwa dosen pelit dengan kode WHY tidak mengadakan kuis susulan atau tugas tambahan, sebagai dispensasinya maka hanya sebagian dari kuis/tugas tersebut yang diambil nilainya (beberapa yang terbaik saja)
  4. Hal yang dirasa kurang: Jika diberi tugas untuk dikerjakan/dipraktekkan di kelas, sebagian mahasiswa masih sering sekedar menjiplak pekerjaan temannya.
    Strategi baru
    : saya akan mencoba membuat minimal 2 tipe soal atau 2 studi kasus dalam setiap tugas atau studi kasus yang dikerjakan di kelas (fuih, jadi dobel deh kerjanya… :D)
  5. Hal yang dirasa kurang: Jika diberi PR untuk dibawa pulang ke rumah (biasanya dalam bentuk tugas membuat artikel di blog), sebagian mahasiswa masih sering sekedar menjiplak pekerjaan temannya bahkan ada juga yang cukup dodol untuk menjiplak artikel dari blog saya😡, padahal butuh waktu yang tidak sedikit untuk mengunjungi blog mereka satu persatu. Selain itu repot menentukan mana yang akan dikenai sanksi menjiplak karena harus membandingkan waktu posting dari beberapa artikel (ya, beberapa, karena biasanya acara jiplak menjiplak tugas dilakukan secara berjamaah :cry:)
    Strategi baru: Kalau dulu saya mengunjungi blog mereka satu persatu, semester ini saya akan memanfaatkan Google Reader, subscribe ke tiap blog mereka, sehingga akan terlihat siapa yang posting terlebih dahulu dan siapa yang menjiplak artikel temannya, mungkin untuk sekian orang yang posting paling awal akan saya beli bonus nilai beberapa poin untuk menambah motivasi.

Mungkin strategi saya terkesan malah semakin memberatkan mahasiswa ya? Semoga gak apa-apa, toh ini untuk kebaikan mereka sendiri🙂 Saya juga berharap mahasiswa saya punya strategi baru dalam belajar di semester ini, bukan sekedar berharap prestasi akademik yang lebih baik tanpa mengubah apapun. Mari bersama-sama berubah ke arah yang lebih baik🙂

sumber gambar: aranolein.multiply.com

Note: sebenarnya masih ada lagi yang harus saya pikirkan, yaitu bagaimana strategi mengajar di kuliah Etika Profesi agar tidak jadi terkesan membosankan apalagi menggurui. Fuih… padahal saya tidak mengajukan diri tapi malah ‘ditunjuk’ oleh atasan untuk mengajar kuliah tersebut, Apa boleh buat, ini adalah tugas. Padahal sampe sekarang pun saya masih putar otak dalam rangka membuat strategi yang pas. Ya sudah, mungkin akan saya tulis di posting yang berbeda saja🙂

10 thoughts on “Ganti Strategi

    1. tapi jadinya ga bisa subscribe ke blog yg di-host ama blogspot mba (apa aku nya aja yg markoneng dan ga tau caranya ya? he3) padahal kebanyakan mahasiswa kita kan blognya ditaro di blogspot.

    1. tapi gak semua strategi itu berhasil saya lakukan karena keterbatasan waktu dan tenaga, syukurlah klo masih ada yg berhasil walaupun tidak 100% strategi itu saya lakukan😳

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s