Daftar Pustaka Hanya Sebatas Formalitas

Semester lalu saya banyak menguji sidang Proyek Akhir (tepatnya sebanyak 38 kali), sampe2 salah satu teman saya menjuluki saya “juragan penguji” :lol:. Selama bertindak sebagai penguji saya menemukan banyak sekali kekeliruan yang dilakukan oleh mahasiswa  terkait dengan penulisan laporan Proyek Akhir, khususnya yang terkait dengan daftar pustaka. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Daftar pustaka dibuat hanya sebagai pajangan/formalitas, tidak pernah digunakan dalam laporan. Seharusnya tiap  kalimat atau fakta yang dikutip dari tulisan/karya orang lain wajib dikaitkan dengan entri yang sesuai di daftar pustaka. Demikian pula sebaliknya, jangan sampai ada entri di daftar pustaka yang tidak pernah diacu (hal ini cukup sering terjadi, mengingat mahasiswa cenderung “memajang” entri di daftar pustaka dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya. Mungkin maksudnya supaya terlihat keren, padahal setiap entri itu harus bisa dipertanggungjawabkan dan diacu oleh laporan Proyek Akhir yang mereka buat)
  2. Penulisan daftar pustaka tidak mengikuti standar yang baku, bahkan tidak jarang ditulis dengan standar S3 (suka-suka saya). Padahal ada beberapa standar penulisan daftar pustaka yang cukup populer dan banyak digunakan dalam penulisan karya ilmiah internasional, misalnya standar IEEE, Chicago, APA dan sebagainya. Pemilihan standar yang akan digunakan disesuaikan dengan kesepakatan dan kebutuhan, yang jelas bukan dengan cara mencampur adukkan standar-standar yang ada, apalagi dengan membuat standar baru.

Menurut pengamatan saya, sepertinya ada beberapa alasan mengapa mahasiswa melakukan kekeliruan-kekeliruan tersebut, misalnya:

  1. Karena mahasiswa belum menyadari betapa pentingnya menyebutkan referensi dalam karya ilmiah mereka.
  2. Karena mahasiswa tidak mengetahui tata cara / standar penulisan daftar pustaka yang benar, bahkan tidak tau bahwa daftar pustaka harus ditulis dengan mengikuti standar tertentu.
  3. Karena institusi pendidikan tidak menyepakati standar penulisan pustaka yang harus diikuti (dari beberapa pilihan standar yang ada)

Agar kekeliruan semacam ini tidak terjadi lagi, alangkah baiknya jika mahasiswa diberi pemahaman tentang betapa pentingnya menulis daftar pustaka yang baik dan benar. Mahasiswa harus menyadari bahwa daftar pustaka yang mereka cantumkan dalam laporan Proyek Akhir bukan sekedar formalitas apalagi pajangan.

Akan lebih bagus lagi jika standar/tata cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar diajarkan dalam suatu mata kuliah formal (mungkin di dalam kuliah Bahasa Indonesia, Metode Penelitian atau yang lainnya). Selain itu ada baiknya juga jika institusi pendidikan memberikan pedoman yang jelas dalam aturan penulisan karya ilmiah, laporan Poyek Akhir, Tugas Akhir atau Thesis. Dalam pedoman tersebut sebaiknya institusi pendidikan menyepakati standar penulisan pustaka  mana yang akan digunakan (IEEE, APA, Chicago atau yang lainnya) Dengan demikian semua karya ilmiah yang dihasilkan oleh institusi pendidikan tersebut akan memiliki format penulisan pustaka yang seragam, mudah ditelusuri dan dikembangkan, serta mencerminkan etika penulisan karya tulis ilmiah yang baik.

Kesimpulannya, dengan menulis daftar pustaka yang baik dan benar, berarti kita memperkuat keabsahan argumen-argumen dalam tulisan/karya ilmiah kita, menyelamatkan diri kita dari predikat plagiator, memudahkan orang lain yang ingin mengembangkan tulisan/karya ilmiah kita sekaligus menghargai tulisan/karya ilmiah lain yang menjadi sumber inspirasi kita.

Ayo kita menulis daftar pustaka dengan baik dan benar 🙂

sumber gambar: http://www.widener.edu

Note: contoh penulisan daftar pustaka pada gambar di atas adalah contoh daftar pustaka yang menggunakan standar APA. Saya sendiri diajari oleh dosen pembimbing saya untuk menggunakan standar penulisan pustaka IEEE, adapun panduan lengkapnya ada dalam file ini: IEEE Citation Style Guide

Iklan

3 pemikiran pada “Daftar Pustaka Hanya Sebatas Formalitas

  1. ya sangat setuju ..
    Dulu aku juga begitu, terkesan “menggampangkan” kutipan, penulisan daftar pustaka yang benar. Tapi lama kelamaan jadi ngerti arti pentingnya itu.
    semoga yang baca jadi memahami “oh ya, ini harus benar, bukan pajangan tapi benar2 digunakan dalam tulisan ku” 🙂

    1. ya pit, aku juga dulu begitu kok, setelah ngerjain Proyek Akhir baru deh ngerti betapa pentingnya penulisan daftar pustaka yg benar. Makanya nulis posting ini biar mhs kita juga sadar dengan pentingnya penulisan daftar pustaka yg benar 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s