Tugas Tambahan

Saya sudah mengupload nilai UTS, tugas dan kuis beberapa hari yang lalu.  Nilai-nilai ini sudah bisa dilihat oleh semua mahasiswa saya dan rumus perhitungan indeks nilai pun sudah saya informasikan. Seharusnya mahasiswa sudah bisa mengukur target nilai Ujian Akhir Semester  (UAS) yang mereka perlukan untuk mencapai indeks nilai yang diidamkan, dan tinggal mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk ujian yang tinggal 2 hari lagi itu.

Sejak saya mengupload nilai-nilai tersebut, sudah beberapa kali saya menerima SMS yang bernada sama: meminta tugas tambahan untuk mendongkrak nilai. Hal seperti ini bukan yang pertama kali saya alami. Sejak saya mulai pertama kali mengajar di awal tahun 2009 fenomena “minta tugas tambahan” menjelang UAS ini sudah sering saya alami. Phew

Biasanya SMS-SMS itu saya jawab seperti ini:

Mohon maaf tidak ada tugas tambahan. Belajar saja baik-baik untuk UAS supaya nilainya baik. Peluang untuk selamat dari kuliah saya masih terbuka lebar.

Padahal sebenarnya dalam hati rasanya ingin saya jawab:

Ya ampun, kamu kemana saja nak? Kalo tugas-tugas yang saya kasih dulu dikerjakan dengan baik pasti sekarang kamu tidak perlu minta tugas tambahan dan ngerepotin saya kayak gini kan?

Ya, saya kurang setuju jika harus memberikan tugas tambahan. Alasannya:

  1. Perjuangan belum berakhir, masih ada ujian akhir semester di depan mata. Apa mereka sudah putus asa sebelum ujian? apa sudah yakin nilai ujiannya nanti pasti akan jelek? Ketimbang mengemis-ngemis tugas tambahan (yang akan merepotkan diri sendiri dan memecah konsentrasi) lebih baik mahasiswa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi ujian, cara ini lebih terhormat dan lebih fair.
  2. Sebagian besar mahasiswa yang meminta tugas tambahan adalah mahasiswa yang tidak layak mendapatkan tugas tambahan: jarang hadir di kelas, telat/jarang mengumpulkan tugas, dan sejenisnya. Mungkin tugas tambahan bagi mahasiswa yang tidak menggenapi tanggung jawabnya karena sakit atau alasan-asalan valid lainnya masih bisa diterima, tapi untuk mahasiswa yang malas-malasan dan memang mau enaknya saja seperti ini saya tidak setuju jika diberikan tugas tambahan.
  3. Berbagai kelonggaran dalam penilaian sudah saya berikan di kelas, misalnya hanya mengambil 2 nilai kuis terbaik dari 4 kali kuis yang diselenggarakan atau memperbolehkan mahasiswa ikut kuis bersama kelas lain jika pada saat kuis di kelasnya dia berhalangan hadir
  4. Menurut saya memberikan tugas tambahan kepada sebagian mahasiswa itu tidak adil bagi mahasiswa yang lain. Kalau ada beberapa mahasiswa yang diberi kesempatan memperbaiki nilai maka semua mahasiswa yang lain harus mendapat kesempatan yang sama.

Bagaimana pendapat anda? Setuju tidak dengan adanya tugas tambahan?

sumber gambar: http://www.cartoonstock.com

 

Iklan

8 pemikiran pada “Tugas Tambahan

  1. setuju banget om wahyu.. sebagai mantan mahasiswa saya pernah minta tugas tambahan setelah nangis lihat nilai pssi saya C sedangkan tugas kelompok saya yang kerjain SENDIRI, tp kemudian dosennya g mau kasih dengan cara tidak menjawab permintaan saya, toh pada akhirnya saya hanya bisa berfikir, dia seorang dosen yg judes bin fair, anyway mungkin itu memang sudah nasib.. biasalah klo yg punya lakon suka menderita dulu *gak nyambung*

    1. hmmm ga tau ya, klo kasusnya kayak gitu mungkin masih bisa dipertimbangkan. Sekedar perbaningan, waktu saya kuliah dulu, temen saya ada yg ngalamin kasus kayak gitu, B nya gemuk bangeeeeeet, trus menghadap dosen dan minta tugas tambahan supaya dapat A, tapi si dosen menolak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s