Empat Belas Ribu

Dialog nyata di sebuah kantor cabang bank milik pemerintah:

Teller (T): “Selamat pagi mas, ada yang bisa saya bantu?” -sambil senyum manis-

Cowok (C): “Saya ingin blokir kartu ATM mba, kartu saya hilang”

T: “Untuk pemblokiran kartu mas bisa menghubungi empat belas ribu”

C: -mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari dompetnya dan menyerahkan kepada teller-

T: -begong sepersekian detik- “Maaf mas, maksud saya mas telepon aja ke empat belas ribu” -masih tetep senyum, mungkin sambil nahan ketawa juga-

C: “Oh, makasih ya mba…” -Langsung meninggalkan bank secepat mungkin sambil mempertimbangkan untuk memeriksakan telinganya ke dokter THT dan berdoa agar antrian panjang di belakang gak sempat mengenali wajahnya dan gak memperhatikan keidiotannya barusan-

Iklan

7 pemikiran pada “Empat Belas Ribu

  1. -mengira-ngira nama yg akan dicantumkan di atm baru yg akan digunakan sang nasabah yg terlibat percakapan diatas –

    efek blog yg kemarin :))

    1. hahaha… -ngakak guling2-

      tenang may, saya nda sesableng itu, wkwkw…
      btw kemaren saya baca2 itu blog sampe jam setengah 12 malam, trus lanjut lagi paginya, wkwkwkw… 😀

    2. hahaha… menurut Ngatimin de Lale, demi melestarikan populasi orang waras dan menjaga perdamaian di muka bumi (tsah) sebaiknya Ms Enjelwati tidak memberikan alamat blog itu kepada Mr Enjelwan 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s