No Cell Phone, Please…

Tadi siang, di tengah-tengah sholat jumat, lagi-lagi terdengar bunyi dering telepon seluler, dengan ringtone dangdut campursari dan volume suara yang (sepertinya) maksimal. Sepertinya jema’ah pemilik telepon seluler sholat di teras masjid, sedangkan kami yang di dalam pun masih mendengar, bahkan volume suaranya menyaingi suara imam yang diperkeras dengan pengeras suara. Telepon itu berdering terus menerus,  sejak ruku raka’at ke dua sampai salam. Sangat-sangat amat terlalu mengganggu sekali.

Kejadian ini bukan yang pertama, sudah cukup sering saya alami. walaupun mungkin ini yang durasi deringnya paling lama dan paling mengesalkan. Mengherankan, bukankah peringatan untuk mematikan telepon seluler sudah ditempel di mana-mana? Sebelum khutbah juga petugas DKM selalu mengingatkan untuk mematikan telepon seluler.

Yang membuat saya bertanya-tanya juga, kalo seorang jema’ah lupa mematikan telepon selulernya, bagaimana dengan penelepon? Apakah dia tidak  berpikir bahwa orang yang diteleponnya sedang sholat jumat? Saya rasa di negara kita yang sebagian besar penduduknya adalah muslim, semua orang tau bahwa pada jam-jam seperti itu sangat tidak sopan menelepon seorang muslim (dan tidak berguna juga tentunya karena gak akan diangkat, kecuali ybs mangkir sholat jumat).

Well, mungkin lagi-lagi kita bisa menggunakan alasan “wajar lah, manusia kan tempatnya salah dan lupa”. Tapi untuk kejadian seperti tadi, peluangnya seharusnya cukup kecil. Setidaknya harus ada 2 orang yang mengalami “khilaf” secara bersamaan: jema’ah pemilik telepon seluler dan penelepon. Bayangkan saja:

Misalkan dalam satu waktu sholat jumat:
X = kejadian penelepon lupa bahwa saat itu adalah waktunya sholat jumat
Y = kejadian jema’ah lupa mematikan telepon selulernya

Jika:

X = 1 dari 20 orang penelepon
Y = 1 dari 25 orang jemaah

Maka peluangnya:

P(X) = 1/20
P(Y) = 1/25

Sehingga peluang terjadinya kejadian di atas adalah:

P(X) x P(Y) = 0.05 * 0.04 = 0.002 (1 dari 500)

Kecil sekali bukan? Belum lagi dengan segala peringatan yang ditempel maupun disampaikan oleh pengurus masjid sebelum sholat dimulai, peluangnya tentu lebih kecil lagi.

Jika peluangnya sudah cukup kecil dan upaya pencegahan berlapis sudah dilakukan, lantas kenapa kejadian seperti ini masih cukup sering terulang? Apa yang salah? Adakah yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya?

sumber gambar: http://www.mysecuritysign.com
Iklan

4 pemikiran pada “No Cell Phone, Please…

  1. mungkin hal itu karena dirimu adalah orang yang terpilih…selalu terpilih untuk merasakan kejadian 1 dari 500 tersebut untuk mengambil pelajaran darinya…At least, untuk jadi bahan inspirasi dari tulisan sekarang.
    Itu c jawabannya menurut saiah… kalo emang pertanyaan diatas ituh bukan pertanyaan retoris

    1. baru sekali? kok saya sudah mengalami berkali2 ya? ooo mungkin karena kamu gak sholat jumat Mut 😀

      hehehe… gak sengaja Mut, refleks aja inget teori peluang, wkwkwk… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s