Lagi di mana, Nak?

Kira-kira satu jam yang lalu:

-hape bergetar di ruang rapat-

WHY: meninggalkan ruang rapat- “Halo, assalamu alaikum…”

Mama: “Wa alaikum salam, lagi di mana nak?”

WHY: “Di kampus ma, masih ada rapat…”

Mama: “Rapat? malam-malam gini? Mama kira kamu lagi ngerjain tesis…”

WHY: “Iya ma, dikerjain kok tapi lagi banyak kerjaan dari kantor, jadi progresnya memang agak lambat…” –alasan yang sebenarnya gak layak dijadikan alasan

Spontan Mama menasehati saya panjang lebar tentang betapa pentingnya saya memprioritaskan penyelesaian studi saya, betapa beruntungnya saya diterima kuliah di institut “gajah duduk” dan tinggal selangkah lagi yang harus saya tempuh untuk menamatkan studi saya.

Miris memang, di semester yang seharusnya menjadi semester akhir studi saya ini malah semakin banyak tanggungjawab yang dipikulkan kepada saya. Tidak relevan rasanya kalau saya sebutkan satu per satu, yang jelas hari ini sejak jam 10 pagi hingga jam 8 malam saya hanya berpindah-pindah dari ruang rapat yang satu ke ruang rapat yang lain, sampai saya sendiri berfikir “penghasilan saya dari mengajar, tapi pekerjaan saya adalah rapat…”

Saya tau bahwa ini semua adalah pilihan, ini semua tentang prioritas, ini semua masalah pengaturan waktu. Saya pun sadar bahwa saya sedang memperjuangkan status saya di sini, berusaha membuktikan dedikasi saya di sini dan tentu saja berjuang membiayai hidup dan kuliah saya dengan cara yang halal tanpa harus membebani orang tua…

Oleh karena itu walaupun saya punya pilihan, namun sepertinya pilihan yang menurut saya paling bijak saat ini adalah pilihan yang sekarang sedang saya jalani. Sulit rasanya menjelaskan semua ini kepada Mama, jadi saya hanya bisa terdiam mendengarkan nasehat beliau sambil bergumam dalam hati “Doakan saja ya Ma…”

Maafkan anakmu ini Ma, bukannya tidak ingin cepat lulus dan membahagiakan Mama, bukannya senang bermalas-malasan dan berleha-leha. Hanya saja anakmu ini sedang berusaha memperjuangkan posisinya di sini, walaupun harus sedikit mengorbankan ketepatan waktu penyelesaian studinya.

Mungkin kali ini langkah terakhir itu harus diseret dengan tertatih, tidak bisa dengan langkah mantap dan pasti seperti yang diharapkan. Tapi anakmu berjanji Ma, selama doa Mama masih menyertai, bagaimanapun juga kaki itu akan tetap melangkah…

sumber gambar: http://itunes.apple.com
Iklan

14 pemikiran pada “Lagi di mana, Nak?

  1. Kak wahyu curcol nih… i feel the same way with u… kalo vanie sih karena kebanyakan ngajar jadi studinya mendapat porsi waktu yang sedikit, karena ngajar dan segala aktivitas yang terkait dengannya, seperti evaluasi dan pendekatan moril ke mahasiswanya, meminta waktu yang sangat banyak dan tidak tentu (vanie kira dulu kalo jadi dosen itu tugasnya cuma ngajar di kelas ternyata tungaas sampingannya malah yang lebih banyak hehehe)

    padahal vanie punya tanggung jawab utama saat ini adalah kuliah S2, (terutama karena beasiswa),

    ditambah urusan lain selain ngajar dan kuliah yang juga sama pentingnya…

    wuiiih rasanya tu buanyaaaaaaaaaaak banget yang harus diselesaikan…

    saat ini aja proposal thesis vanie belum rampung2 heehehee padahal seminar proposal thesis januari awal,.. [bismillah insya Allah dimudahkan. AMIN ^_^]

    kadang sampe mikir, pekerjaan2 vanie membutuhkan waktu pengerjaan sampai 30 jam dalam sehari, sampe mikir andai ada hari lain jadi seminggu itu gak 7 hari tapi 10 hari hehehehe…

    makanya semester ini benar2 semester yang berat, tapi megajarkan banyak hal bagi vanie,

    intinya yang vanie dapat
    manajemen waktu = kualitas dan kuantitas ibadah + niat dan usaha yang sungguh + tawakal

    gitu kak,,,
    heehehe maap ya kalo terkesan sok2an, cuma ingin berbagi

    oiya, vanie mau share kata2 motivasi dari temen:

    Bukan karena hari ini indah kita bahagia, tapi karena kita bahagia hari ini menjadi indah…
    Bukan karena tidak ada rintangan kita menjadi optimis, tapi karena kita optimis rintangan menjadi tidak ada…
    Bukan karena mudah kita yakin bisa, tapi karena kita yakin bisa semuanya menjadi mudah…
    Bukan karena semua baik kita tersenyum, tapi karena kita tersenyum semuanya menjadi baik…

    GANBATEEEEEEEEEEE KA WHY ^_________________^

    1. manajemen waktu = kualitas dan kuantitas ibadah + niat dan usaha yang sungguh + tawakal

      masukan yg sangat bagus van, thx ya, smoga vanie juga bisa melalui ini semua dengan baik, ganbatte juga 😀

      oiya motivasi yg itu vanie tulis itu juga ternyata ada di blog vanie ya, he3… speechless bacanya, gak tau mesti komentar apa 🙂

    1. he3, saya kan bukan robot Ran, bisa senang, marah, sedih…

      walopun klo di kelas mungkin lebih sering keliatan senang dan marahnya yak? klo di kelas saya pasang tampang sedih nanti kalian malah gak semangat belajar, belum lagi fans2 saya yg jadi ikutan sedih, wkwkwk… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s