Ling Lung

Beberapa hari yang lalu:

WHY (via sms): “Maaf pagi ini saya agak telat masuk kelas, mungkin jam setengah 8 baru masuk, tunggu sebentar ya. Tks“.

Ketua kelas (beberapa saat kemudian): “Maaf pak, pagi ini jadwal kami kuliah UID, bukan DBMS…

WHY: -tepok jidat karena baru nyadar kalo pagi itu hari selasa, sedangkan jadwal mengajarnya adalah hari kamis pagi-

(Ling Lung Episode 1)

Tadi pagi:

WHY: -Masuk ke ruang sisfo- “Pagi pak.. bu… sudah mengisi berita acara training belum? siang ini akan direkap. Oh belum dapat form nya ya? Baiklah saya ambilkan dulu formnya di bawah, permisi…” -Melangkah ke pintu ruang server di seberang pintu masuk ruang sisfo-

Staf Sisfo: “Eh, pak WHY salah jalan, pintu keluarnya bukan di sana, itu ruang server…

-gubrak-

(Ling Lung Episode 2)

 

Sore ini:

Hampir sholat ashar dua kali, setelah berdiri menghadap kiblat dan berniat baru ingat klo sudah sholat ashar satu jam yang lalu.

(Ling Lung Episode 3 )

 

Sudah beberapa kali kejadian:

-Jam pulang kantor, menuju parkiran motor, celingak-celinguk dan berpikir –“Rofiah tadi kuparkir di sebelah mana ya?”

-Beberapa saat kemudian- “Nah itu dia…” –berjalan menuju Rofiah

-Setelah berada di dekat Rofiah, merogoh kantong dan memeriksa tas- “Waduh, kuncinya ketinggalan di kubikal…” -Kembali menuju kubikal ruang dosen di lantai 2-

-Sampai di kubikal- “Hmmm… kunci tadi kutaro di mana ya???” Doh… T.T

(Ling Lung Episode sekian)

 

Wew… ada apa ini? faktor usia kah? ato sudah waktunya otak ini untuk didefrag? -berharap serial Ling Lung berakhir di sini-

Iklan

14 pemikiran pada “Ling Lung

    1. Eh… ada ibu Ling Ling… (ini versi Tionghoa, kan gak pantes klo disebut Ling Lung Wati, he3)

      iya bu, mungkin saya kena hukum karma, mari berobat bersama 😀

    2. Jangan pake pukul rata begitu Pak .. beda pengobatan untuk yang level akut dengan yang masih ringan. Kalau yang akut, sptnya perawatannya harus intensif , sedangkan yang masih ringan cukup berobat jalan, atau minum “obat warung” juga bisa sembuh.

      Jadi sok aja Bapak duluan melakukan pengobatan intensif. Kalau saya cukup minum obat warung aja sptnya jg udah sembuh. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s