Memilih Topik PA, TA dan Tesis

Memilih topik untuk skripsi, Proyek Akhir (PA), Tugas Akhir (TA) dan atau Tesis emang gak bisa dibilang mudah. Kalo salah pilih topik bisa berat konsekuensinya, mulai dari sutresno (baca:stres) stadium lanjut, sutresno akut, sutresno kronis, gak mood ngerjain, sampe telat lulus ato yang paling parah ganti topik di tengah jalan n mesti ngulang dari awal, hehehe…

Berdasarkan pengalamanku nulis Proyek Akhir, Tugas Akhir n sekarang lagi ngegarap Tesis juga, menurutku ada beberapa hal yang bisa jadi bahan pertimbangan untuk memilih topik, diantaranya:

  1. Minat dan ketertarikan terhadap topik. Ini yang paling penting, karena kalo kita gak tertarik dengan topiknya, pasti kurang motivasi untuk ngerjainnya. Coba perhatiin mata kuliah  – mata kuliah yang udah diambil, mana yang dirasa menarik. Berusahalah objektif, abaikan faktor dosen pengajar n nilai yang diperoleh, fokus ke materi n konten mata kuliahnya aja. Kalo udah ketemu, coba cari sub bahasan dalam mata kuliah itu yang paling diminati, biasanya topik bisa didapat dari sana.
  2. Penguasaan teori di balik topik. Jangan salah kaprah, poin 2 gak berarti temen2 harus menghindari topik-topik yang bener-bener asing. Dalam penulisan skripsi, PA, TA dan atau tesis sepertinya sangat gak mungkin menguasai teori 100 persen dari awal pengerjaan . Poin 2 cuma mo ngingetin temen2; klo temen2 punya bekal pemahaman teori yang cukup, ntar ngerjainnya lebih mudah, tapi kalopun bekalnya nol besar sekalipun, temen2 tetep bisa sukses asal punya kemauan belajar yang kuat.
  3. Ketersediaan sumber data. Bukan cuma ketersediaan literatur yang kadang jadi kendala (hari gini susah nemu literatur? makanya rajin2 ziarah ke perpustakaan n minta petunjuk mbah Google dunk, he3). Yang lebih sering kejadian n lebih perlu diwaspadai adalah contact person di tempat temen2 melakukan penelitian (entah perusahaan ataupun pemerintahan). Pasalnya, mereka kadang sangat ngartis (baca: sulit dihubungi) ato yang lebih parah sangat pelit dalam memberikan data dan informasi yang temen2 butuhkan (entah karena policy perusahaan ato emang dasar orangnya aja yang pelit, wkwkw…). Makanya, sebelum memutuskan akan mengambil sebuah topik, pastiin dulu temen2 punya sumber data (baik literatur maupun personalia) yang terpercaya n bisa diandalkan.
  4. Familiar dengan tools yang akan digunakan. Banyak topik skripsi, PA, TA dan atau tesis mengharuskan kita untuk menggunakan tools tertentu, palagi klo temen2 adalah mahasiswa jurusan teknik (liat aja anak2 jurusan teknik informatika, hampir pasti sedikit banyak bakalan make tools berupa bahasa pemrograman). Klo temen2 udah menguasai tools yang bakal dipake, ke depannya akan lebih enak. Tapiiii… klo pun temen2 belum menguasainya sama sekali, asal punya kemauan pasti bisa belajar.
  5. Mendukung cita-cita. Idealnya sih temen2 udah punya bayangan tentang karir setelah lulus nanti. Nah, sebaiknya topik yang temen2 pilih punya keterkaitan atau menyimulasikan pekerjaan di karir tersebut, minimal gak jauh2 amat lah. Berdasarkan pengalaman, topik PA/TA/tesis sering ditanyain pas wawancara kerja fresh graduate n bakal jadi salah satu pertimbangan dalam seleksi calon karyawan, makanya pilih topik yang pas dan gak jauh-jauh amat dari bidang karir itu. Contoh sederhana: klo temen2 adalah mahasiswa teknik informatika n cita-cita nya pengen jadi system analyst maka topik yang terkait dengan software engineering dan sistem informasi mungkin lebih pas buat temen2 ketimbang topik tentang network security.
  6. Ada teman seperjuangan. Sebenernya bisa juga disebut saingan untuk memotivasi, he3. Coba cari temen yang seangkatan, lebih bagus lagi kalo dia punya minat yang sama. Temen yang kek gini bisa dijadiin teman bertukar pikiran, temen curhat, motivator n “sparring partner“, asal jangan digebukin beneran ya😉
  7. Ada dosen pembimbing yang kompeten dan bersedia meluangkan waktu. Ingat, kompeten aja gak cukup, mungkin yang kompeten banyak (namanya juga dosen) tapi yang mampu dan mau menyediakan waktu luangnya mungkin gampang-gampang susah nyarinya. Jangan sampe temen2 ngerasa kayak anak terlantar gara2 dosen pembimbing ngartis, tapi jangan juga terus-terusan neror dosen. Kalo temen2 ngalami kesulitan, udah baca literatur sana sini, gugling sambil jungkir balik, ngoprek sampe botak tapi gak nemu2 jawabannya, trus nanya ke dosen itu sih wajar. Lain cerita nya kalo dikit2 nanya tanpa berusaha nyari jawaban sendiri, itu mah mengundang murka dosen namanya. Ingat bahwa temen2 adalah mahasiswa dan bukan anak TK, harusnya bisa lebih mandiri n gak manja. Peran dosen pembimbing adalah sebagai pemandu, evaluator dan motivator, bukan sebagai baby sitter palagi sampe “nge-gantiin” ngerjakan skripsi (secara gak langsung karena “terlalu banyak membantu”)

Oiya satu lagi, dosen sering nawarin topik riset untuk diangkat jadi bahan skripsi, PA, TA dan atau tesis. Gak ada salahnya ngedapetin  topik dengan cara ini, tapi mesti tetep merhatiin minat temen2 n faktor2 lain yang udah disebutin di atas. Jangan cuma karena kebelet kawin pengen cepat lulus (atau dikejar deadline seminar), lantas topik apapun yang disodorkan langsung di-embat. Bukan cuma menzolimi orang lain yang serius tertarik dengan topik itu, ini juga merugikan diri temen2, soalnya bisa2 temen2 jadi setengah hati ngerjainnya, jadi telat lulus plus dapet penilaian negatif dari dosen yang nawarin topik tersebut karena dianggap gak serius.

Mudah2an bermanfaat bagi yang lagi sutresno karena belum dapet topik untuk skripsi, proyek akhir, tugas akhir dan tesis (klo disertasi gak termasuk ya, soalnya yg nulis juga belum pernah bikin, hahaha…). Tenang sodara2, sutresno yang anda alami sekarang belum ada apa2nya dibanding sutresno yang akan menghadang anda di depan, wkwkwkw…

Tanpa bermaksud memberi angin segar, janji manis atau harapan palsu (apa coba!) intinya bahwa berdasarkan pengalamanku;

menemukan topik yang tepat dan mengetahui apa2 yang akan dilakukan selama proses pengerjaan skripsi, PA, TA dan atau tesis adalah bagian tersulit.

Jika sudah melewatinya, bisa dibilang bahwa setengah dari proses pengerjaan skripsi, PA, TA dan atau tesis itu sudah di tangan, setengahnya lagi tinggal beristiqomah menghadapi kendala2 dalam mengeksekusi langkah2 yang telah direncanakan🙂

Smoga sukses denga skripsi, proyek akhir, tugas akhir dan tesis temen2 semua🙂

18 thoughts on “Memilih Topik PA, TA dan Tesis

  1. Nah lho..saya kesasar maen k blog ini..tp gpp..kesasar kan ga bayar..hehe
    Iya nih, cari dosen yg ga ngartis sapa yo pak? Tp kalo ntar malah mahasiswanya yg ngartis gmn? *alias terbuai sama dunia luar sampe lupa dunia per-skripsiannya..

    1. Gak usah repot2 Ji, tanya aja ke dosennya “pak, bu… bapak ibu gak ngartis kan?” hahaha… gak ding becanda, ya pinter2 aja kamu cari info dari senior2 yg udah pengalaman ngerjain PA, mereka biasanya tau kok🙂

      dan klo mahasiswa nya yg ngartis laen lagi itu ceritanya, mungkin dia gak cocok jadi mahasiswa tapi lebih cocok jadi artis😛

  2. informasi yang sangat bagus dan berguna Pak. Terimakasih sudah berbagi pengalamannya di dunia tulis-menulis karya ilmiah🙂

    dan selamat bertesis-ria juga Pak, semoga lancar terus sampai sidang nya ….🙂

    1. makasi buuu… memang belakangan isi blog saya makin gak jelas dan makin ga mutu aja, makanya sengaja saya selingi dengan tulisan yg agak “berbobot”… tenang aja, besok2 juga posting saya akan kembali abstrak dan gak jelas seperti biasa… hahaha…😀

    2. oiya terima kasih banyak untuk doanya, ditunggu makan2 sidang nya ya bu😀

      -kenapa juga kita jadi ber bapak ibu ria gini, pormal amat…-

  3. ya atur2 aja lah kalo gitu …🙂

    btw, why, ntar pas di bdg aku boleh minta tolong untuk ngereview draft tesisku ??? intinya menghina-dina, mencaci maki tesisku😀, mau dari sisi penulisan, content atau yang lainnya silahkan, sblm aku disidang oleh penguji-itung2 siap2 mental dulu [itu juga kalau gak sibuk]…🙂 ?

    Manggil Pak karena pas baca tulisan itu seolah2 berasa spt mhs yang sedang dapat kuliah metlit 2 sks dengan dosennya … hehehhe….

    1. siap bu… klo sekedar mereview mah Insya Allah sempat, klo sampe menghina dina dan mencaci maki sepertinya sedikit lebay, he3.

      Metlit? hooo… asal jangan samain aku dengan bapak dosen favorit kita di institut gajah duduk yg satu itu ya🙂

      Ngomong2 tentang metlit, aku jadi mengubah style penyampaian posting ini (biar gak terkesan seperti lagi ngasi kuliah metlit). Mudah2an dengan perubahan style ini pesan yg mau kusampaikan lebih nyampe tanpa ada kesan menggurui. Thx 4 the insight ya Pit🙂

    1. sama2 Da.

      klo udah dapet ilham n udah mantep di hati, coba konsultasiin dulu ke calon pembimbing, tanya2 beliau kira2 topik ini layak ato gak diangkat jadi PA, nah biasanya dari situ calon pembimbing bisa ngarahin mahasiswa supaya topiknya lebih fokus, belokin topiknya klo melenceng dan sebagainya.

  4. bersyukur dapat dosen yang ngartis tapi gampang ditemui…🙂
    untuk poin 6, kini yang sedang dirasakan, semangat mulai turun drastis ketika kehilangan temen2 seperjuangan..😦

    thx infonya, dan selamat berjuang juga😀..

    1. sama mba, dosen pembimbingku juga super sibuk, tapi beliau selalu berusaha meluangkan waktunya untuk bimbingan, bales imel2ku dan lain2, pengen mencontoh beliau, jadi dosen yg baik, hehehe…

      selamat berjuang juga mba🙂

  5. Thank you sudah mengingatkan saya…

    ” Poin 2 cuma mo ngingetin temen2; klo temen2 punya bekal pemahaman teori yang cukup, ntar ngerjainnya lebih mudah, tapi kalopun bekalnya nol besar sekalipun, temen2 tetep bisa sukses asal punya kemauan belajar yang kuat.”

    “Klo temen2 udah menguasai tools yang bakal dipake, ke depannya akan lebih enak. Tapiiii… klo pun temen2 belum menguasainya sama sekali, asal punya kemauan pasti bisa belajar.”

    Saya jadi semangat!!!

    dan kau mau jadi teman seperjuangan ku kan???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s