Akhirnya Aku Dihitung Juga

Kemarin, sabtu sore 8 Mei 2010, akhirnya petugas sensus penduduk 2010 datang juga ke rumah, akhirnya aku dihitung! hehehe…

Kok seneng banget yu? Ya iya laah, itu kan berarti udah turut menyukseskan program pemerintah, lagian tadinya sempat khawatir karena tinggal sendirian, udah gitu belakangan jarang ada di rumah pula (sok sibuk gitu deh, wkwkwk). Makanya pas petugas sensus penduduk 2010 yang berjumlah 4 orang dengan rompi birunya itu datang, dengan antusias aku menyambut mereka.

Petugas2nya ramah dan sopan, sampe2 mau ngelepas sendal gara2 ngelihat aku baru selesai bersihin garasi n ngepel lantai teras (gak usah segitunya kali mas, hehehe…). Mereka nanya2 tentang penghuni rumah, asal suku, pekerjaan, pendidikan, tanggal lahir de el el.

Sebenernya sensus penduduk 2010 bukan cuma untuk menghitung jumlah penduduk, masih banyak manfaat lainnya. Intinya, supaya pemerintah bisa mengambil keputusan yang efektif dan menyusun rencana pembangunan yang efisien, mereka kan perlu data yang akurat, makanya perlu sensus. Data yang dikumpulkan saat sensus bukan cuma jumlah penduduk, tapi juga demografinya, tingkat sosial ekonomi, pendidikan de es be.

Sayangnya untuk mendapatkan data yang akurat itu gak gampang. Bahkan hanya untuk menghitung jumlah penduduk  pun bukan pekerjaan mudah. Contohnya salah seorang tetangga dekat rumah (identitas disamarkan, hahaha) yang mengaku bahwa dia disensus 3 kali, yaitu di Bandung, di rumahnya di Garut dan entah di mana yang satu lagi (lupa).

Masalah lain yang dihadapi petugas yaitu saat menyensus para homeless yang seringkali kabur sebelum disensus karena gak mengerti dan salah paham (dikiranya ntar akan “ditertibkan”) padahal sensus penduduk mengabaikan faktor legalitas penduduk mendiami sebuah wilayah, prinsipnya adalah jangan sampai ada yang tidak tercacah dan jangan sampai tercacah lebih dari satu kali.

Padahal (ini mah pendapat pribadi lho yaaa) menurutku sensus penduduk itu harus bener2 menunjukkan jumlah homeless di negeri kita, biar para pemimpin kita ngeh dan tersentuh hati nuraninya bahwa “ooo masih banyak ya rakyat kita yang homeless, masih banyak ya yang pendidikannya minimalis, dan o em ji, ternyata masi banyak juga yang hidup jauh di bawah garis kemiskinan …” Makanya jangan sampe ada homeless yang luput dari sensus (lebih baik tercacah lebih dari sekali daripada gak tercacah sama sekali, hahaha), ini kan demi kebaikan bersama juga.

Untuk info lebih lanjut tentang manfaat sensus, metode yang digunakan, gimana uji cobanya, apa aja pertanyaannya dan jadwalnya silahkan cek di website nya Badan Pusat Statistik di sini.

2 thoughts on “Akhirnya Aku Dihitung Juga

  1. aku mungkin melakukan hal yg sama klo ketemu petugas2 sensus..
    sayangnya sedari kecil ngga pernah disensus langsung gituh.
    ku kira petugas itu dateng ke ketua RTnya untuk nyensus.
    hahha..
    *aku contoh masyarakat yg tidak paham program2 pemerintah

    sensus penduduk yg bagus itu dari negara mana c??
    mungkin bisa dicontoh.

    1. hahaha… masa iya dateng ke pak RT sih bi… bisa setres tuh pak RT diinterogasi petugas sensus tentang orang2 seRT, wkwkwk….

      klo sensus penduduk yg bagus dari negara lain yg bisa kita jadiin contoh yang mana yaaaa? aku juga ga tau tuh, tapi kayaknya paling ribet nyensus penduduk cina, kan banyak banget tuh, bandingin ama brunei yg penduduknya limited edition, jadi klo ditanya tingkat kesulitan (yg belum tentu berkorelasi langsung dengan kualitas hasil sensus) itu sebanding dengan jumlah penduduknya bi…

      sederhananya jika kita asumsikan bahwa kualitas hasil sensus berbanding terbalik dengan tingkat kesulitannya, maka kualitas hasil sensus berbanding terbalik dengan jumlah penduduknya, gitu… ngerti kaaaan? Ngerti lah, ebi kan tjerdas🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s