Makan Tuh Cinta!

Dialog fiktif antara sepasang pengantin baru di meja makan:

Istri: “Yang, enak gak masakanku?”

Suami: “Hmmm… kamu mau jawaban jujur apa jawaban gombal?”

Istri: (dengan tampang was was) “Jujur aja deh…”

Suami: “Rasanya hambar Say, bumbunya kurang nih…”

Istri: (dengan nada kecewa namun tetap berusaha berbesar hati) “Oooh… ya udah, ntar lain kali kucoba bikinin yg lebih enak deh…”

Suami: (dengan sigap segera pasang senyum2 menggoda) “Kamu gak mau denger jawaban gombalnya Say?”

Istri: (sambil senyum2 manja) “Emang jawaban gombalnya apa?”

Suami: “Rasanya hambar Say, cuma ada satu yang kerasa, kamu masaknya pake cinta ya?”

Istri: (blushing) “Iiiiiih, gombaaaaal!!!”

Suami: “Tapi kamu suka kan Say? hehehe…”

Happy ending story neh ceritanya, dan ada satu hikmah yang bisa dipetik dari cerita ini:

Terbukti bahwa CINTA adalah sesuatu yang EDIBLE, hahaha…

PS. Dialog ini terinspirasi dari pengalamanku belajar masak. Belakangan ini aku terpaksa belajar masak, dan saat masak untuk dimakan sendiri, ada beberapa kali masak yang hasilnya bener2 enak menurutku,  sisanya biasa2 aja sih walopun masih edible. Sayangnya setiap masak dan ada yg ikutan makan pasti rasanya gak enak (bahkan menurut yg masak sendiri). Apa mungkin karena masaknya gak pake cinta ya? wkwkwkw…

Iklan

2 pemikiran pada “Makan Tuh Cinta!

  1. Duh..dari dialognya aja keliatan.. fiktif dan wahyu bangeeeettt…:p

    Enak koq masakanmu…apalagi klo sering-sering..:)

    1. hahahaha… begini mi klo masi belajar, rasanya selalu abstrak 😀 ya ya ya… nanti lama2 juga enak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s