Sepatu dan HP

Gara2 semalem mimpiin situasi yg sebenernya dah sering terjadi di dunia nyata, pas lagi mandi tadi aku jadi mengkhayalkan dunia dimana benda-benda punya perasaan n bisa bicara kayak manusia. Trus terjadi percakapan antara sepatu ama hp
hp: kamu kenapa? lagi sedih ya? klo mau, kamu boleh cerita sama aku…sepatu : aku iri sama kamu, aku cemburu, kayaknya tuan sayang banget n merhatiin kamu, sementara aku selalu aja dicuekin, kadang malah dilupakan…

hp : kok kamu bisa mikir seperti itu? tuan sayang kok sama kita semua, gimanapun juga kita kan barang-barang miliknya…

sepatu : tapi kamu itu barang favoritnya! –rada sewot-, kamu selalu dibawa kemana-mana, kamu ada di sampingnya saat tuan terlelap, kamu yang membangunkannya setiap pagi, kamulah yang sering tuan ajak bermain game bersama, dan bahkan tuan juga mempercayakan rahasia-rahasianya di memo kamu. Kamu diletakkan dengan hati-hati, dijaga dengan baik dan bahkan saat kita berdua menemani tuan, tuan lebih sering melihatmu, berkali-kali memastikan bahwa kamu masih tersimpan aman di sakunya dan selalu membangga-banggakan kehebatanmu di depan teman-temannya, aku bisa mendengarnya dari bawah!!!

hp: tapi kan, kamu juga sering menemani tuan…

sepatu : iya, tapi dia selalu lebih senang kalo kamu yang menemaninya, buktinya selama kita bersama tuan dia selalu memperlakukanmu dengan istimewa, sementara aku… –mulai berlinang air mata– dia hanya melihatku sekilas di pagi hari, mengikatku di kakinya dan kemudian sepanjang hari dia sangat sibuk memperhatikanmu, menjagamu dan bermain denganmu, dia bahkan lupa aku berada di kakinya, mengikutinya kemanapun dia melangkah, merelakan diriku tertusuk paku di jalan dan terpanggang aspal yang panas. Bahkan saat tiba di rumahpun, tuan tak mengizinkanku masuk ke kamarnya, dia melemparkanku begitu saja ke sudut ruangan dan kemudian kembali asyik bermain denganmu…

hp : tapi aku tidak bermaksud…

sepatu : aku tau, aku tau tuan lebih sayang padamu, aku juga sadar kalau penampilanmu lebih menarik, lebih berkilau, dan jauh lebih mahal harganya. Aku tak bisa membayangkan betapa sedihnya tuan jika dia kehilangan dirimu. Sementara aku… aku ini usang, kotor dan bau, bahkan tuan sendiri malu dan berusaha agar bauku tak tercium oleh teman-temannya, tapi andai saja tuan mau merawatku seperti dia merawatmu, tentu aku akan lebih bersih, tampak lebih indah dan tidak bau. Tuan benar-benar tidak sayang padaku … –sambil terisak sedih-

hp : maafkan aku, aku tidak bermaksud merebut perhatian tuan darimu, tapi kamu tidak boleh berpikir seperti itu. Aku yakin tuan juga sayang padamu dan bahkan kalaupun dia tidak menyadarinya, dia juga sangat takut kehilanganmu. Buktinya walaupun kamu tidak dibawanya kemana-mana, tapi dia menitipkanmu ke pengurus masjid saat dia shalat Jumat, dan aku yakin dia menitipkanmu dengan menyimpan sedikit rasa cemas. Di saat-saat tertentu, tuan tidak boleh melakukan aktivitasnya bila dirimu tidak menyertainya. Aku pernah melihat tuan diusir dari ruang kuliah karena dia tidak memakaimu di kakinya, bahkan saat tuan ujian, sang pengawas ujian bersikeras bahwa aku harus dinonaktifkan, sementara kamu merupakan salah satu syarat agar tuan boleh memasuki ruang ujian. Itu buktinya bahwa kamu memiliki peran yang besar bagi tuan. Iya kan?

sepatu : –terdiam

hp : Lagi pula, aku juga iri padamu. Pengabdianmu pada tuan sangat tulus, betapa kamu rela melindungi tuan seharian penuh dari paku dan panasnya aspal. Sementara aku sendiri menyusahkan tuan karena dialah yang menjagaku dari tangan para copet dan jambret. Aku terlalu manja, tuan harus merelakan uang hasil kerja kerasnya untuk membeli pulsa agar aku tetap bisa digunakan, kadang aku merepotkan tuan dan membangunkan tuan malam-malam untuk telepon dan sms dari orang yang menerornya selama ini…

sepatu : kamu yakin tuan bener2 sayang sama aku? semua yang kamu bilang itu bener kan?

hp : iya, aku gak bohong, kita tetep berteman kan? kamu gak marah sama aku kan?

sepatu : –mengangguk– maafin aku ya…

-*sepatu dan hp pun berpelukan, happy ending story neh ceritanya*-

Note:
Mungkin dimanapun posisi kita, entah sebagai ‘sepatu’,’hp’ atau ‘tuan’ selalu ada hikmah yang bisa kita petik.

  • Sebagai ‘tuan’ kita harus lebih mampu bersikap adil, memperlakukan ‘sepatu’ dan ‘hp’ sebagaimana layaknya, berusaha menghargai peran mereka masing-masing dan menjaga perasaan mereka, walaupun tak bisa dipungkiri bahwa salah satunya lebih kita favoritkan dibanding yang lain.
  • Sebagai ‘sepatu’ kita harus selalu bisa bersyukur, walaupun bukan kita yang jadi ‘favorit’, namun kita masih punya peran yang kadang kita sendiri tidak menyadarinya, dan yang paling penting lagi, kita harus mengabdi dengan ikhlas agar tidak ada kekecewaan bilamana kerja keras kita tidak dihargai sebagaimana mestinya
  • Sebagai ‘hp’ kita harus lebih bersyukur lagi, bahwa ada yang memperhatikan kita, menyayangi kita dan memprioritaskan kita dibanding yang lain, namun hendaknya semua ini tidak membuat kita besar kepala, karena bisa saja dibalik perlakuan istimewa yang kita terima, kita justru menyusahkan, dan ada ‘sepatu’ yang terluka, iri dengan perlakuan istimewa yang kita terima. Semuanya ini harus membuat kita menjadi pribadi yang ‘low profile’
Analogi ‘tuan’, ‘sepatu’ dan ‘hp’ ini kayaknya bisa diterapkan baik di keluarga, lingkungan kerja, n terutama sekali di hubungan persahabatan.Wew, kok bisa ya aku kepikiran sedalem ini, -melankolis mode = ON-

3 thoughts on “Sepatu dan HP

  1. Wah malah aku lebih sayang sepatu ku dibanding henpon heheh..
    jalan di jalanan becek aj gak mau saking sayangnya

    henpon ku malah gak terlalu di perhatiin..udah harus di servis malah di biarin aj😀

  2. chie, ntar hpnya merasa terzalimi lho, ntar kamu didoain sama hpmu gimana? btw boleh nitip doa ma hpmu ga? doain TAku biar cepet kelar dunk…. he3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s