Konsumsi Sidang PA Berlebih


Setiap nguji sidang Proyek Akhir (PA) dosen selalu dapet sekotak snack yg disediakan oleh Layanan Akademik untuk konsumsi. Masalahnya, berhubung sedang musim sidang PA, dalam sehari saya bisa nguji lebih dari 1 kali, malah pernah sampe 4 kali nguji sehari. Kalo saya makan sendiri 4 dus, maka makin melar lah saya, hehehe…
Di sisi lain, mahasiswanya malah gak dapet konsumsi, kasihan kan. Ya sudah, dus ke dua, ke tiga dan seterusnya untuk mahasiswa yg saya uji aja🙂

Ada yg mau saya uji PA nya? Lumayan lho dapet snack (dan revisi) gratis😀

Bimbingan PA vs Beli Baju Lebaran


21136801

Perilaku mahasiswa saat Bimbingan Proyek Akhir (PA) kayaknya makin mirip sama perilaku konsumen saat beli baju lebaran. Makin deket dengan deadline, makin rame. Kalo gak berbondong-bondong MULAI bimbingan 3-4 hari sebelum tanggal akhir pedaftaran sidang kayaknya kurang greget. Mirip kan dengan beli baju lebaran? makin deket lebaran, pusat-pusat perbelanjaan makin rame. Makin deket deadline sidang PA, antrian bimbingan  PA makin rame.

Perhatiin deh, banyak wajah-wajah baru di pusat perbelanjaan menjelang lebaran. Sama juga dengan di ruang dosen, banyak wajah-wajah baru. Mahasiswa-mahasiswa langka dan terancam punah yang setelah berbulan-bulan menghilang ga pernah bimbingan, nah menjelang batas akhir pedaftaran sidang gini mendadak muncul semuanya. Ya, kayak kamu itu, iya bener… kamu! Gak usah tengok kanan kiri, yang saya maksud memang kamu kok.

Kemaren-kemaren ke mana aja bro? Toko-toko baju kan udah buka dari dulu, bukan cuma 10 hari terakhir bulan ramadhan doang. Nah, saya dan dosen-dosen lain juga kan buka jadwal bimbingan sepanjang semester ini, bukan cuma bulan juni doang.

Kenapa mesti sekarang? Kenapa?!! Kenapppaaaaaaaa????!!!!! Aaaaargghhhh!

sumber gambar: http:\\www.memegenerator.net
CATATAN:
"Oi Maneh! Kamana Wae?" di gambar adalah kalimat bahasa Sunda 
yang artinya kurang lebih "Hei kamu! Ke mana aja??"
artikel serupa dalam bahasa Inggris juga diposting di homepage kampus

Jangan Mau Kalah Sama Perempuan


9k=.jpeg

Kalau saya kelak dianugerahi Allah seorang anak lelaki, mungkin salah satu nasehat penting dari saya untuk dia adalah

Nak, kamu lelaki, jangan mau kalah sama perempuan…

  • Apakah dia harus lebih pintar di sekolah daripada kakak perempuannya? Tidak,
  • Apakah dia harus lebih kaya, lebih terhormat, lebih tinggi pangkat dan tingkat pendidikannya daripada istrinya nanti? Tidak juga,
  • Apakah dia harus paham ilmu agama lebih baik daripada istrinya nanti? Well, alangkah baiknya jika demikian, tapi saya pun tidak masalah jika nanti dia harus “mengejar” dengan cara banyak belajar dari istrinya, toh belajar dan mengajar sama-sama mulia.

Nak, kamu kalah sama perempuan, kalau ada perempuan yang jadi tanggungjawab kamu, kemudian dia berbuat suatu kesalahan lalu kamu gak mau atau gak mampu negur dia.

Suatu saat nanti dia akan ditanya tentang sudahkah dia mengajak ibunya, istrinya, anak perempuannya dan perempuan-perempuan lain yang menjadi tanggung jawabnya kepada kebaikan? sudahkah dia melarang mereka dari kemungkaran?

Jadilah lelaki nak, jangan mau kalah sama perempuan.

sumber gambar: www.forbes.com

5 Do’s and Dont’s – Bimbingan PA


dos-and-donts.gif

Buat mahasiswa yang lagi ngerjain Proyek Akhir (PA) kayaknya penting banget baca posting saya kali ini, apalagi mahasiswa itu kuliah di Telkom University dan salah satu pembimbing PA nya ternyata dosen muda berbakat dengan kode dosen WHY, hukumnya fardhu ‘ain harus baca! :D

Nah, posting kali ini adalah hal-hal yang sebaiknya dilakukan (Do’s) dan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan (Don’ts) terkait dengan proses bimbingan dan konsultasi Proyek Akhir

Okay, kita mulai:

  1. DO: Bimbingan di jadwal yang telah disepakati bersama
    DON’T: Tiba-tiba muncul di ruang dosen di luar jadwal lalu minta bimbingan, maksa lagi

    Beberapa dosen (dan mungkin hampir semuanya) sudah cukup sulit membagi waktu antara tugas-tugas dosen (yes, we do have assignments too). Jadi mahasiswa yang datang gak diundang bak jelangkung di tengah-tengah kesibukan dosen yang sedang mengerjakan tugas yang lain memang cukup annoying (a.k.a menyebalkan), mungkin sama menyebalkannya dengan dosen yang tiba-tiba datang ke kosan mahasiswa lalu ngasih tugas, padahal si mahasiswa baru mau hang-out dengan temen-temennya ke mall.

  2. DO: Bimbingan dengan rutin, biar pembimbing yang menentukan kapan sidang
    DON’T
    : Gak muncul bimbingan berbulan-bulan lalu mendadak minta sidang

    Ini sebenernya peringkat 1 penyebab kemurkaan dosen pembimbing. Reaksi dosen terhadap mahasiswa yang mendadak minta sidang padahal udah lama gak bimbingan bermacam-macam. Ada yang pura-pura bego dan ngajak kenalan lagi mahasiswanya, ada yang menegur dengan nada oktaf tertinggi sampe kedengeran oleh dosen-dosen lain, ada juga yang sekedar mengelus dada sambil istighfar berkali-kali. Hati-hati dengan dosen berkode WHY, mungkin dia kelihatan oke-oke saja, tapi bisa jadi pas waktunya sidang PA nanti, WHY akan berubah peran dari Pembimbing 1 menjadi Penguji 3 (yang lebih ganas daripada penguji 1 dan 2). Minimal dia akan diam seribu bahasa, mengulum senyum menikmati saat-saat mahasiswanya dibombardir pertanyaan penguji yang bertubi-tubi lalu saat sidang tertutup membisikkan ke penguji “kalau dia gak lulus, saya sebagai Pembimbingnya ikhlas kok pak, bu…”

  3. DO: Mengucapkan salam, memberikan ucapan selamat atau berbela sungkawa
    DON’T: Memberikan oleh-oleh, hadiah, seserahan, sesajen dan sejenisnya sebelum selesai revisi

    Dosen juga manusia, adakalanya dia mendapat anugerah dan adakalanya dia mendapat musibah. Mengucapkan salam, memberikan selamat atau belasungkawa adalah suatu hal yang wajar sebagai bentuk perhatian yang tulus. Tapi hindari pemberian berupa materi, baik dalam bentuk barang apalagi uang. Demi menghormati dosen dan menghormati diri sendiri, hindari bentuk perhatian yang berlebih kepada dosen. Beberapa dosen merasa risih dengan pemberian dari mahasiswa jika itu dilakukan saat nilai belum ditetapkan, hampir semua dosen akan tersinggung dengan pemberian berupa uang. Sebaiknya jika memang sangat ingin memberikan hadiah ucapan terima kasih kepada dosen, jangan berikan uang! pilih barang yang fungsional dan harganya terjangkau oleh kantong mahasiswa. Yang paling penting, tunda sampai revisi selesai, sampai nilai sudah ditetapkan dan tidak bisa diubah-ubah lagi. Sebetulnya ucapan terima kasih yang tulus dari mahasiswa yang sukses dan masih ingat sama dosennya sudah jauh lebih dari cukup.

  4. DO: Tetap datang bimbingan di jadwal rutin walaupun belum ada progress
    DON’T: Bolos bimbingan, tanpa mengabari dosen

    Walaupun belum ada progress, sangat baik sekali datang untuk berkonsultasi seputar kendala-kendala yang sedang ditemui, siapa tau dosennya punya solusi. Kalau sudah pesimis atau yakin dosennya pelit solusi, minimal mahasiswa wajib mengabari dosen bahwa hari itu dia tidak akan hadir bimbingan. Coba bayangkan, lebih nyebelin mana dosen yang mengabari bahwa kuliah dibatalkan semalam sebelumnya atau dosen yang setelah ditungguin lama-lama ternyata dia gak datang ngajar, kuliahnya pagi buta pula? Jangan biarkan dosen menunggu! apalagi tanpa kabar dan berita, kecuali kalau mahasiswa siap menanggung murka dosen di bimbingan berikutnya. Ingat, cepat atau lambat mahasiswa harus menemui dosen pembimbingnya kalau ingin lulus.

  5. DO: Berpakaian sopan, tidak dandan berlebih atau merokok sebelum bimbingan
    DON’T: Datang bimbingan dengan berpakaian aneh, dandan menor, bau rokok

    Well, ini mungkin gak berlaku buat semua dosen, tapi saya sungguh merasa terganggu dengan mahasiswa yang masuk ke ruangan saya yang kecil dengan mulut bau rokok atau dengan dandanan menor. Apalagi kalau yang menor ternyata mahasiswa dan yang bau rokok ternyata mahasiswi, big no!

Semoga bermanfaat.

sumber gambar: www.yorksolutions.net

 

Setting Smartphone Selama Ramadhan


Ramadhan sudah dekat, insya Allah tinggal dalam hitungan jam lagi, semoga Allah masih memperkenankan kita semua beserta keluarga berjumpa dengan Ramadhan, dan yang lebih penting lagi mengoptimalkan Ramadhan yang akan segera datang ini. Aamiiin.

Menyambut Ramadhan, ada sedikit perubahan setting pada smartphone saya, ringkasnya sih cuma dua perubahan: more alarm and less notification.

Yang pertama sih standar lah ya, nambah alarm untuk bangun sahur, plus mungkin beberapa alarm lain untuk event/aktivitas yang lain. Yang kedua memang baru tahun ini saya mau coba, yaitu ngurangi notifikasi. Beberapa grup di wa dan line saya mute selama ramadhan. Bukan apa-apa sih, biar lebih khusyu’ aja, meminimalisir distraction😀 sok-sok an banget ya? Tapi gapapa lah, insya Allah niatnya baik, bukan bermaksud memutus silaturahim. Mute juga hanya untuk beberapa grup yang sering bikin saya overwhelmed dengan ratusan bahkan ribuan notif per hari, yang sangat-sangat menggoda sekali untuk dibaca satu-satu (atau minimal di-scan alias dibaca cepat). Nah, berhubung godaannya terlalu kuat dan saya juga gak mau left group jadi jalan tengahnya mute aja dulu🙂 Oiya, satu lagi, saya juga uninstall game online favorit saya (sayang padahal udah level 94 tapi game ini kayaknya menyita waktu saya, jadi uninstall aja lah).

Nah, berhubung insya Allah sebentar lagi mau masuk Ramadhan maka saya mengucapkan:

1a504ae5-2840-48cc-8602-d8497074c611.jpg

sumber gambar: grup wa sebelah😀

Maaf, Anda Terpaksa Saya Un-friend


Saya punya akun di facebook seperti orang kebanyakan. Beberapa friend saya di jejaring sosial facebook adalah mahasiswa atau pernah jadi mahasiswa saya. Saya senang menjadi silent reader, mengikuti kabar-kabar baik dari mereka melalui facebook, ada yang sudah bekerja, berkeluarga dan bahkan melanjutkan studi ke luar negeri, senang melihatnya. Biasanya saya gak pilih-pilih, kalau ada yang mengajukan friend request, ya saya approve, selama saya kenal dengan orangnya.

Tapi hari ini dengan sedih saya terpaksa meng-unfriend salah satu alumni (eh, saya kurang yakin, dia lulus atau drop out, saya bener-bener lupa) eks mahasiswa saya, gara-gara dia meng-update profile picturenya jadi seperti ini:

unfriend

Tentu saja saya ga sekedar unfriend, saya juga sudah kirim message ke dia yg isinya tentang keberatan saya dengan profile picturenya, dan saya juga report fotonya untuk di-review oleh facebook. Lebay ya? Tapi saya ngerasa this is the right thing to do, saya gak sanggup hanya berdiam saja. Kenapa sampe harus di-unfriend? Entahlah, saya ngerasa foto itu sangat disturbing, dan pilihan unfriend terlintas begitu saja di kepala saya dan mendapat persetujuan 100% dari hati saya, so I did it, I unfriend him.

Well dear [ex] student, if you’re so proud about that thing you do on that picture, then I am not proud to have you as my student. I don’t wanna see more disturbing picture from you, so I am sorry that I had to unfriend you. Yes I know I am no better than you, I just can’t stand the picture. I’m so so sorry… I hope, after this you’ll become a better person.

Sebelum Ramadhan Datang


9k=

sumber gambar: https://www.diehardsurvivor.com

Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi di depan mata. Perlukah kita bersiap-siap? Pastinya! Sudah persiapkan apa saja untuk menyambutnya? Belum ada ide? Well, there’s nothing new about it tapi ini ada beberapa ide dari saya:

  1. Kerjakan sekarang juga urusan-urusan terkait persiapan lebaran yang bisa dikerjakan sekarang. Belanja baju lebaran dari sekarang. Beli tiket mudik dari sekarang. Kalau mau renovasi/ngecat rumah, lakukan sekarang. Cari oleh-oleh mudik (klo bukan makanan atau emang gak bakalan basi) juga sekarang. Ya, dari sekarang. Kenapa? Banyak manfaatnya, tapi manfaat utamanya adalah biar pas bulan Ramadhan, bisa fokus dengan ibadah. Ga ada cerita tarawih atau tilawah kelewat, cuma gara-gara sibuk tawaf keliling mall nyari baju lebaran. Miris.
  2. Latihan puasa dari sekarang. Misalnya aja puasa sunnah senin kamis. Selain biar badan gak kaget dan jadi serba loyo pas ramadhan datang, emosi juga bisa lebih keasaah, “feel lagi puasa” nya bisa dapet lebih awal. Pas pagi hari pertama bulan puasa, kita udah gak lemes, loyo dan “colek bacok” lagi, kalo ada yang tetiba ngajak nge-gosip pun sudah lebih aware. Kalau yang udah biasa puasa senin kamis, two thumbs up, keep the good work.
  3. Latihan tilawah dari sekarang. Buat beberapa orang yang tilawahnya baru sampai tahap “once in a while” bisa latihan supaya naik ke level “everyday“. Bagi yang sudah berada di level everyday mungkin bisa latihan supaya naik ke level “one juz one day“. Kalau yang sudah “one juz one day” mungkin bisa latihan untuk baca juga terjemahannya, tafsirnya, asbabun nuzulnya dan seterusnya. Sebetulnya tanpa latihan pun, orang-orang yang biasanya jarang tilawah [dengan semangat tinggi] bisa juga kok selama Ramadhan jadi baca 1 juz per hari, tapi kira-kira bertahan berapa hari? lalu setelah syawal kira-kira tetep bisa 1 juz per hari gak?
  4. Coba lirik-lirik peluang beramal yang lebih optimal. Biasanya saat ramadhan orang lebih gemar bersedekah. Supaya hasilnya optimal, coba kita rencanakan sedekah dengan lebih smart. Cari tau ada peluang wakaf di mana, ada peluang amal jariyah di mana. Coba lihat lemari baju kita, baju yang masih bagus mana yang sudah gak muat tapi bisa dimanfaatkan orang lain? Kita rencanakan apa saja yang mau disedekahkan dan ke mana saja kita akan bersedekah. Begitu ramadhan tiba, kita eksekusi semua planning tersebut. Menurut saya beramal itu seperti investasi yang pasti untung, tapi kalau kita lebih smart dalam memilih tempat investasi, lebih jeli meihat peluang investasi maka kita akan lebih banyak meraup keuntungan. Walaupun pahala dan dosa itu hak Allah yang menentukan tapi kita juga wajib ikhtiar kan? Oiya, jangan lupa bahwa yang bisa disedekahkan bukan cuma materi, tapi tenaga, pikiran dan waktu juga bisa, rencanakan juga untuk hal-hal ini. Jangan sampai di akhir ramadhan baru kita ngeh ada peluang beramal yang kita lewatkan.
  5. Coba lirik-lirik kerjaan kantor, ada gak yang bisa disiasati supaya bebannya terasa lebih ringan saat puasa nanti datang. Saya biasanya membuat penyesuaian jadwal pertemuan dengan mahasiswa di bulan Ramadhan, saya usahakan ketemu mereka lebih pagi karena bisa lebih sabar menghadapi mereka dan otak juga masih fresh. Maklum ada beberapa jenis mahasiswa yang biasanya jadi cobaan berat ladang amal melatih kesabaran kita di bulan Ramadhan.
  6. Luruskan niat. Ini paling penting dan paling susah. Saking abstraknya, saya gak punya penjelasan atau contoh tentang ini, tapi ini jelas persiapan yang paling utama.

Itu dia beberapa ide persiapan Ramadhan dari saya. Semoga bermanfaat. Semoga kita semua dipertemukan dengan ramadhan tahun ini dalam kondisi siap berbuat yang terbaik. Aamiiin.