Alkisah, di sebuah negeri Antah Berantah, Raja yang sedang berulang tahun memerintahkan kepada 50 orang koki profesional untuk membuat 50.000 buah bolu kukus untuk dibagi-bagikan kepada seluruh rakyat dengan label yang sama, yaitu “Bolu Kukus Semoga Enak”. Berita tentang “Bolu Kukus Semoga Enak” juga sudah gencar disebarluaskan ke seantero negeri. Rakyat negeri Antah Berantah sangat antusias menunggu malam bulan purnama ke-7, karena pada malam bulan purnama ke-7 itulah “Bolu Kukus Semoga Enak” akan dibagi-bagikan kepada seluruh rakyat.
Atas perintah dari raja, bolu kukus tersebut dibuat dengan menggunakan bahan-bahan pilihan; telur terbaik, terigu kualitas terbaik, gula murni terbaik dan bahan-bahan pilihan lainnya. Raja berkali-kali mengingatkan para koki agar menyelesaikan tugas mereka tepat waktu dengan sebaik-baiknya. Koki-koki pun bekerja keras demi memenuhi target 50.000 buah bolu kukus sebelum malam purnama ke-7. Dua hari sebelum purnama ke-7 sebagian besar koki telah menyelesaikan pekerjaannya. Ada yang tinggal membungkus, ada yang sedang menempelkan labelnya dan ada juga yang benar-benar telah menyelesaikan tugasnya.
Malam purnama ke-7 telah tiba, beberapa jam lagi bolu kukus akan dibagi-bagikan ke seluruh negeri. Mendadak raja mengumumkan kepada para koki bahwa bolu kukus yang dibagikan harus berbentuk hati dengan warna merah. Para koki terperanjat dan melihat bolu kuku masing-masing; ada yang berbentuk lingkaran, persegi, segi tiga dan lain-lain. Belum lagi warnanya; ada yang merah, hijau, kuning, cokelat dan lain-lain. Memang sih semuanya bolu kukus, tapi…
Mendadak salah seorang koki melempar senampan penuh bolu kukus berbentuk persegi ke lantai sambil bertanya dengan nada tinggi “BAGINDA, KOK BARU BILANG SEKARANG SIH?! SAYA UDAH 3 HARI 3 MALEM BEGADANG BIKIN BOLU KUKUS INI TAU?!”
Mari berharap si koki kalap itu tidak dipenggal oleh sang Raja.
-TIDAK BERSAMBUNG, Anda bebas berimajinasi tentang akhir ceritanya-



