Seorang imuwan yang sangat cerdas
sesekali perlu gagal menjawab pertanyaan yang sangat mudah
Seorang gadis yang sangat cantik
sesekali perlu merasakan cintanya bertepuk sebelah tangan
Seorang raja yang sangat berkuasa
sesekali perlu mendapati titahnya dilanggar oleh punggawa
Sesekali saja cukup,
cukup agar mereka tidak pernah berpikir
I am the smartest one
I am the most beautiful one
I am the most powerful one
Tak perlu sering-sering juga,
apalagi sampai membuat mereka berpikir
I am idiot
I am ugly
I am weak
Cukup sesekali saja
sampai mereka mampu camkan dalam hati
I am smart, but that doesn’t mean that I know everything
I am beautiful, but that doesn’t mean that everyone will love me
I am powerful, but that doesn’t mean that I could ask for everything
Percayalah, kegagalan itu obat kesombongan
sumber gambar: sodahead.com

Jika dosisnya tepat, maka ia mujarab
Dosis untuk tiap orang juga berbeda-beda
kan daya tahan dan respon orang terhadap obat juga berbeda-beda
So… kalo kita merasa sering gagal,
mungkin kita termasuk tipe orang yang “perlu dosis lebih”
Tapi awas,
Hati–hati ketagihan obat (baca:gak mau mengambil pelajaran dari kegagalan),
Jika overdosis, ya sudah… wassalam
yup benar pak, kalo kita gak pernah gagal, kita gak akan pernah merasakan sukses.. hehehe
but, I prefer to call it fall than fail
ga tau knp, saya lebih senang menyebutnya jatuh dibanding gagal, hehehe #hanyaopini
Wooo boleh juga tuh opininya. Mantap. Thx fit. Oiya smoga sukses ya denger denger mau dibantai dalam waktu dekat. Wkwkwkwk…
hehehe..
iya bapak, doakan yah.. udah ga sabar pengen cepet lulus dan berpenampilan anggun + feminim buat wisuda ntar, wkwkwkwk
amiiiin…
pengen liat fitri versi wisudawati, biasanya kan liat fitri versi tukang galon
gudlak ya fit
bijak sekali tulisannya Pak….
100% sepakat.
wow, another Fitri, yang satu ini bukan tukang galon pastinya
tapi urusan membantai dan dibantai tampak sudah ahli ya Bu, hehehe
kan udah tiga kali dibantai dan klo membantai kayaknya udah lebih banyak lagi
bijak? maklum saja Bu, lagi kesambet, hehehe
ngomong2 soal kesambet, kan kemaren Ibu yg bertapa ke Sukabumi kenapa jadi saya yang kesambet ya? -mikir-