Belajar Bahasa Makassar


Entah kesambet apa, belakangan ini saya jadi pengen belajar bahasa Makassar. Well, memang ayah saya orang Makassar, saya lahir di Makassar, pernah tinggal di Makassar selama 7 tahun dan sampai sekarang pun tiap lebaran tahun genap saya pulang mudik ke Makassar karena ibu dan semua adik-adik saya memang sampai sekarang masih berdomisili di Makassar. Tapi jangan tanya apa saya bisa berbahasa Makassar. Jauh dari bisa.

Memang sih saya biasa berbicara dalam dialek Makassar dengan teman-teman atau saudara di Makassar. Saya juga tau beberapa kosa kata dalam bahasa Makassar dan kalau ada saudara saya yang berdialog dalam bahasa Makassar saya bisa sedikit menangkap maksud pembicaraannya (walaupun lebih sering saya melongo karena gak ngerti apa yang diomongin, he3). Jujur, menurut saya kemampuan bahasa Makassar saya nol kecil (kalau gak mau dibilang nol besar). Dulu waktu SMP, saya langganan mendapatkan nilai 5 atau 6 untuk pelajaran Bahasa Daerah. Satu-satunya ilmu yang saya dapat dari pelajaran itu adalah bagaimana menulis dengan huruf lontara, itupun sekarang sudah lupa karena tidak pernah digunakan lagi. Saya ingat betul waktu SMP dulu buku pelajaran yang paling malas dan paling jarang saya baca adalah “Pappilajarang Basa Mangkasara” karangan Djirong Basang Daeng Ngewa :lol:

Sebenarnya saya merasa durhaka sama bahasa nenek moyang saya. Saya lebih pede dan lebih fasih berbicara dalam bahasa Inggris. Saya juga lebih mampu memahami dialog dalam bahasa Jawa Cirebonan dan bahasa Sunda (walaupun tidak sebagai penutur aktif). Kalo seandainya ada TOEFL untuk bahasa-bahasa daerah di Indonesia, mungkin saya akan dapat skor 400-450an untuk bahasa Sunda atau bahasa Jawa Cirebonan dan hanya dapet skor 300 untuk bahasa Makassar, hihihi…

Kondisi ini sepertinya tidak hanya dialami oleh saya sendiri. Sewaktu saya SMP dan SMU di Makassar tahun 1996-2002 dulu, saya perhatikan ternyata cukup sedikit teman-teman saya yang mampu berbahasa Makassar, padahal mereka orang-orang keturunan Makassar asli dan sejak lahir tinggal di Makassar, tidak seperti saya yang blasteran keturunan campuran dan besar di Cirebon (www.pembelaandiri.net). Saya khawatir, jangan-jangan bahasa Makassar suatu saat akan punah karena makin sedikit penuturnya.

Note: Gambar di atas adalah huruf lontara dan transliterasi nya ke huruf latin. Saya peroleh dari http://www.rappang.com Lumayan buat menyegarkan lagi ingatan saya tentang cara menulis dalam huruf lontara :D

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di CurCol Pribadi. Tandai permalink.

13 Balasan ke Belajar Bahasa Makassar

  1. Arby berkata:

    Tenang, Pak…..
    hal inih biasa buat darah campuran…
    beneran deh,

    tapi bapak hebat yah…
    saiah ajah gak peduli bahasa jepang saiah belepotan.. #eehh #plaaakkk :p

    selamat belajar bahasa makassar, bapaaakk :D

  2. Maya berkata:

    kalo lontara makassar mirip dengan lontara bugis, kyaknya masih kurang satu baris lagi -sotoy abissss-
    :D

    ca ja nya nca

    • wahyu85 berkata:

      Makasi koreksinya May, sudah diupdate transliterasinya :)
      Setau saya lontara bugis dan makassar mirip, cuma bedanya di lontara makassar nda pake huruf “ngka”, “mpa”, “nra” dan “nca”. cmiiw :oops:

  3. rudibachtiar berkata:

    Pak, ijin tempel link blog nya (Blogroll), :)

  4. salfarisi berkata:

    huehue..
    waktu SMP dulu pernah diajarin aksara bugis sama temen.. aksara yang kayak lidi2 disusun gitu pak.. hha..
    liat ini jadi inget deh.. :p

  5. opie djie berkata:

    sama aku juga ada darah bugis
    aku lahir di makassar dn 12 th besar dsna tp stlah pndah ke jawa sy sulit sekali menghafal bahasa makassar

  6. opie djie berkata:

    jujur pingin juga such memperdalam bahasa tanah kelahiran saya…
    tapi apa mau dikata,setiap pulang di makassar saya lebih sering melongo,kalau mendengar saudara bicara panjang lebar menggunakan bahasa makassar terutama bahasa bugis….

    aduuuhhhh ampun dech…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s